Jakarta -
Bakcang ternyata punya jejak panjang dari ribuan tahun lalu. Arkeolog di China menemukan makanan berbungkus daun mirip zongzi yang diperkirakan berusia 2.200 tahun.
Zongzi atau yang lebih dikenal sebagai bakcang di Indonesia merupakan makanan khas China yang identik dengan Festival Dragon Boat.
Hidangan berbahan beras ketan dengan aneka isian yang dibungkus daun ini ternyata memiliki jejak kuliner sangat panjang. Arkeolog di China menemukan makanan berbungkus daun yang disebut sebagai nenek moyang dari bakcang, usianya diperkirakan 2.200 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari South China Morning Post (25/09/2026), temuan tersebut berasal dari makam kuno bersejarah Wuwangdun di Provinsi Anhui, China. Para peneliti menemukan beberapa tumpukan bungkusan tanaman yang tampaknya pernah diikat menggunakan tali.
Wow! Arkeolog Temukan 'Nenek Moyang' Bakcang dari 2.200 Tahun Lalu Foto: Site News
Sebanyak 12 bungkusan kemudian dibuka untuk diperiksa. Di dalamnya ditemukan residu berwarna cokelat dan sejumlah biji-bijian. Isinya berupa campuran beras, broomcorn millet, dan foxtail millet.
Berbeda dengan zongzi atau bakcang modern yang umumnya menggunakan beras ketan dan dibungkus daun bambu, makanan kuno tersebut memakai daun Quercus dentata, sejenis pohon ek yang berasal dari Asia Timur. Talinya dibuat dari tanaman keluarga Poaceae atau rerumputan.
Meski bentuk dan cara pembuatannya mirip bakcang, peneliti tidak serta-merta menyebut makanan tersebut sebagai zongzi.
Yong Ge dari Institute of Vertebrate Palaeontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, mengatakan perbandingan tersebut masuk akal, tetapi tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan.
"Bahan tumbuhan yang terawetkan dengan baik sangat langka dan saat ini kami belum memiliki jalur evolusi zongzi yang jelas," ujar Yong.
Menurutnya, bukti yang benar-benar dapat dipastikan sebagai zongzi baru berasal dari Dinasti Song pada 960-1279, sekitar 1.000 tahun setelah temuan tersebut. Perkembangan makanan ini selama rentang waktu itu masih belum diketahui.
Wow! Arkeolog Temukan 'Nenek Moyang' Bakcang dari 2.200 Tahun Lalu Foto: Site News
Temuan di Wuwangdun setidaknya menunjukkan teknik membungkus beras dengan daun tanaman kemudian memasaknya ternyata sudah dilakukan sekitar 2.200 tahun lalu pada masa Dinasti Zhou.
Usia temuan itu juga berdekatan dengan masa Qu Yuan, penyair dan politikus Chu yang sosoknya menjadi bagian penting Festival Dragon Boat.
Menurut cerita rakyat di China, festival ini bermula ketika warga melempar beras ke sungai setelah Qu Yuan menenggelamkan diri. Tradisi tersebut kemudian dikaitkan dengan kebiasaan menyantap zongzi atau bakcang.
"Ini benar-benar langka. Berkat penguburan yang dalam, lingkungan yang tergenang air, dan relatif terisolasi dari udara, makam ini bisa dianggap seperti kulkas alami," kata Yong terkait penemuan makam kuno tersebut.
Karena ditemukan di makam, peneliti menduga makanan tersebut disiapkan untuk ritual pemakaman. Namun, belum diketahui apakah makanan serupa juga biasa dikonsumsi sehari-hari atau tidak.
(sob/adr)