Elephants

Waspada! Polusi Udara Saat Kemarau Picu Gangguan Pernapasan Serius |Republika Online

August 13, 2026

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai lonjakan penyakit pernapasan selama musim kemarau. Peningkatan polusi udara pada periode ini dinilai menjadi pemicu utama berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius.

Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc, menjelaskan bahwa debu dan polutan lain yang beterbangan berpotensi besar terhirup dan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya peluang masuknya virus dan bakteri penyebab infeksi.

"Gangguan saluran pernapasan karena itu mencakup semua, tidak hanya ISPA ya. Segala macam reaksi pada saat terpapar dalam jangka dekat," ujar Prof. Budi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Gejala Ringan hingga Berat yang Perlu Diwaspadai

Prof. Budi memaparkan bahwa gejala awal gangguan pernapasan umumnya berupa batuk, pilek, iritasi tenggorokan, dan hidung tersumbat. Namun, masyarakat perlu lebih waspada jika keluhan berkembang menjadi lebih parah.

"Kalau keluhannya lebih parah misalnya akhirnya jadi susah bernapas, napasnya menjadi berat, kemudian sampai dadanya sakit, jantungnya berdebar-debar, atau cepat pusing. Itu yang dianggap lebih berbahaya," jelasnya. Individu yang mengalami gejala berat tersebut harus segera mendapatkan penanganan medis dari dokter.

Strategi Perlindungan Diri dan Lingkungan

Untuk mencegah gangguan pernapasan, Prof. Budi menekankan pentingnya kombinasi upaya perlindungan individu dan pengendalian lingkungan. Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memantau kualitas udara secara berkala.

Selain itu, ia menyarankan agar masyarakat meminimalkan masuknya polutan ke dalam rumah. Penggunaan pendingin udara atau pembersih udara (air purifier) dapat menjadi solusi efektif. "Tentu daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan dengan makanan-makanan bervitamin, berserat, supaya daya tahan tubuh baik," tambahnya.

Pengendalian Sumber Polusi Jadi Kunci

Di tingkat yang lebih luas, Prof. Budi menyoroti pentingnya menekan sumber polusi. Ia mendesak pelarangan tegas terhadap aktivitas membakar sampah sembarangan serta pencegahan dan penindakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Untuk wilayah perkotaan, penyumbang polusi terbesar adalah kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang berkontribusi lebih dari 50 persen. "Jadi perlindungannya ya dari manusianya diproteksi, kemudian dari sumber-sumber pencemarnya yang dikendalikan," katanya. Solusinya meliputi penyediaan transportasi umum yang memadai dan dorongan penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Sementara itu, sektor industri didorong untuk menerapkan proses produksi rendah emisi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara