Elephants

Warung Konsuler, Wajah Nyata Kehadiran Negara untuk WNI di AS

July 19, 2026

Liputan6.com, Washington - Kehadiran negara tidak selalu diwujudkan melalui seremoni resmi ataupun bangunan megah. Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat, kehadiran tersebut justru dirasakan secara nyata melalui pelayanan yang dekat, mudah dijangkau, dan humanis.

Hal itu kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Warung Konsuler oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington D.C. di IMAAM Center, Maryland, Amerika Serikat, pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo, didampingi Wakil Duta Besar, tim Protokol dan Konsuler, serta Atase Imigrasi RI. Warung Konsuler menjadi jembatan antara negara dan warga negara Indonesia yang tinggal jauh dari Tanah Air, sekaligus menghadirkan berbagai layanan perlindungan dan administrasi secara langsung kepada masyarakat.

Diperkirakan terdapat sekitar 120 ribu WNI yang berada di Amerika Serikat. Namun, baru sekitar 55 ribu orang yang tercatat secara resmi di perwakilan RI. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak WNI yang belum melakukan lapor diri, sehingga belum masuk dalam sistem pendataan yang menjadi dasar pemberian perlindungan dan pelayanan oleh pemerintah Indonesia.

Di sisi lain, berdasarkan data pemerintah Amerika Serikat, terdapat 4.276 WNI yang masuk dalam daftar final order of removal, yaitu status hukum yang mengharuskan seseorang meninggalkan wilayah Amerika Serikat dan berpotensi menghadapi proses deportasi. Hingga April 2025, sedikitnya 20 WNI telah terdampak langsung oleh kebijakan tersebut dan lima orang di antaranya telah dideportasi.

Dalam situasi tersebut, Warung Konsuler menjadi semakin penting karena tidak hanya menghadirkan layanan administratif, tetapi juga berfungsi sebagai "posko keliling" yang mendekatkan pelayanan negara kepada komunitas Indonesia di berbagai negara bagian. Dalam satu kesempatan, WNI dapat melakukan lapor diri, berkonsultasi mengenai status keimigrasian, serta mengurus berbagai dokumen, termasuk paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Pendekatan humanis menjadi salah satu kekuatan utama Warung Konsuler. Berbeda dengan suasana formal di kantor pelayanan, kegiatan ini dilaksanakan di ruang komunitas seperti IMAAM Center sehingga menghadirkan suasana yang lebih aman, nyaman, dan terbuka. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi WNI, khususnya yang menghadapi persoalan keimigrasian, untuk berkonsultasi, memperoleh informasi, hingga menyampaikan berbagai persoalan tanpa rasa khawatir.