Elephants

Wamenkes sebut pemanfaatan Program CKG di Jateng tertinggi secara nasional

October 14, 2026

Wamenkes sebut pemanfaatan Program CKG di Jateng tertinggi secara nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 16:50 WIB

Image Print

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus didampingi Bupati Demak Eisti'anah bersama Kepala Dinkes Demak dr. Ali Maimun usai meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Demak (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebutkan jumlah warga di Provinsi Jawa Tengah yang memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 19 juta orang, sekaligus tertinggi secara nasional.

"Program CKG merupakan program nasional. Untuk itu, kami berkeliling untuk melihat pelaksanaannya. Setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Jepara dan Kudus, hari ini (14/10) kami berada di Kabupaten Demak untuk melihat pelaksanaan program tersebut di Jawa Tengah. Ternyata, CKG berjalan sangat baik sehingga Jawa Tengah pantas menjadi provinsi dengan pemanfaatan CKG tertinggi se-Indonesia," ujarnya saat meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Rabu.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Bupati Demak Eisti'anah bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dr. Ali Maimun.

Menurut Wamenkes, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota. Di Jawa Tengah, pelaksanaan CKG juga didukung program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

Tingginya pemanfaatan Program CKG diharapkan dapat membantu mendeteksi warga yang berisiko terinfeksi tuberkulosis (TBC) sejak dini, sehingga mereka dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Ia mengatakan Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah kasus TBC. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan TBC menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam pelaksanaan CKG di Demak, pemeriksaan juga didukung fasilitas rontgen atau x-ray untuk membantu mendeteksi dugaan TBC. Warga yang terindikasi membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera mendapatkan diagnosis dan penanganan dari tenaga medis yang tersedia di lokasi.

"Dalam Program CKG ini, kami melihat langsung fasilitas pemeriksaan, termasuk penggunaan x-ray. Warga yang membutuhkan penanganan dapat diperiksa langsung di lokasi. Bagi yang sakit, tersedia dokter spesialis paru, dokter penyakit dalam, serta dokter spesialis lainnya untuk membantu menegakkan diagnosis," ujarnya.

Selain pemeriksaan dan penanganan bagi pasien TBC, program tersebut juga mencakup pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bagi orang yang memenuhi kriteria medis, meskipun belum mengalami sakit TBC aktif.

Ia menilai pelaksanaan Program CKG di Kabupaten Demak berjalan baik, termasuk dalam upaya pencegahan TBC melalui pemberian TPT.

"Hal ini menunjukkan bahwa program nasional berjalan dengan sangat baik, khususnya di Kabupaten Demak. Bahkan, capaian TPT di Demak tertinggi se-Jawa Tengah berkat konsistensi dan pola kerja yang sudah baik," katanya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan TBC.

Baca juga: Bupati Demak harapkan ASN kenali potensi dan tingkatkan kompetensi

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.