Tanjung Balai (ANTARA) - Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim mengajak semua pihak menjadikan pawai obor menyambut HUT ke 81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 sebagai momentum menjaga api kemerdekaan, menghargai jasa para pahlawan, mempererat silaturahmi serta merawat persatuan dan kesatuan.
Dikatakannya, pawai obor bukan sekadar kegiatan seremoni dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, tetapi memiliki makna sebagai simbol semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Dahulu, para pejuang bertaruh nyawa, mengorbankan darah dan air mata untuk merebut dan mepertahankan kemerdekaan. Mari kita rawat dan jaga api obor ini sebagai momentum menjaga api kemerdekaan seperti tekad para pejuang yang bergerak dalam kegelapan dengan tekad yang menyala-nyala untuk merdeka,” kata Mahyaruddin.
Ia melanjutkna, nyala obor yang dibawa para peserta menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mengisi kemerdekaan masih terus berlanjut. Sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga api kemerdekaan agar tetap menyala dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Obor-obor ini mengingatkan kita bahwa tugas kita belum selesai. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga api kemerdekaan tersebut agar tetap menyala di dada kita masing-masing,” katanya.
Mahyaruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui semangat membangun Kota Tanjungbalai.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Tanjungbalai EMAS, Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera,” ujarnya.
Pantauan dilapangan, pelepasan defile pawai obor berlangsung dari depan Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Defile kemudian bergerak dengan barisan pertama TNI AD, disusul TNI AL, Polri, Pramuka, Paskibra, unsur organisasi perangkat daerah (OPD), serta para siswa-siswi dari berbagai sekolah se-Kota Tanjungbalai.
Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.