Elephants

Wajah baru Stadion Teladan pacu semangat olahraga Kota Medan

August 2, 2026
Bagi Sumatera Utara, Stadion Teladan lebih dari sekadar bangunan olahraga. Ia adalah ruang yang merekam perjalanan sejarah, kebanggaan sebuah kota, sekaligus harapan bagi masa depan. Karena itu, stadion ini tidak layak hanya menjadi penyimpan kenanga

Medan (ANTARA) - Stadion Teladan, Kota Medan, Sumatera Utara tidak pernah benar-benar tidur. Saat pagi beranjak atau ketika senja mulai turun, kawasan ini berubah menjadi arena vitalitas tanpa henti.

Di sini, batas usia lebur dalam gerak; anak-anak, remaja, dan orang dewasa saling bersilang dalam derap lari, putaran roda sepeda, hingga pukulan raket dan tendangan bola. Keringat yang membasahi wajah mereka menjadi saksi bisu denyut nadi olahraga kota.

Pemandangan itu seolah menjadi jawaban atas cita-cita yang ditanamkan lebih dari tujuh dekade lalu. Andai arsitek Stadion Teladan, Lim Bwan Tjie, dapat menyaksikannya hari ini, barangkali ia akan tersenyum melihat stadion yang dirancangnya tetap menjadi ruang hidup bagi masyarakat untuk berolahraga.

Memang, sejak diresmikan pada 1953, Stadion Teladan dibangun bukan sekadar sebagai arena pertandingan, melainkan untuk membangkitkan semangat olahraga di Sumatera Utara melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) III.

Setelah pesta olahraga nasional berakhir, tugas Stadion Teladan tidak ikut selesai. Stadion ini terus menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat sekaligus markas klub legendaris PSMS Medan, yang kemudian menjadikannya saksi perjalanan salah satu tim paling disegani pada era Perserikatan tersebut.

Di lapangan inilah berbagai kisah kejayaan ditorehkan. Stadion Teladan menjadi saksi ketika PSMS Medan mengukir prestasi demi prestasi, sekaligus menjelma sebagai panggung yang memperkenalkan Medan kepada dunia sepak bola internasional.

Pada kurun 1970-an hingga 1996, stadion tertua di Sumatera sekaligus tertua ketiga di Indonesia itu pernah menjamu sejumlah klub ternama Eropa, seperti Ajax Amsterdam, Arsenal FC, PSV Eindhoven, Grasshopper Club Zürich, Graz AK, UC Sampdoria, hingga FC Lokomotiv Moscow.

Nama Stadion Teladan juga semakin dikenal lewat penyelenggaraan Turnamen Marah Halim Cup pada 1972-1995. Ajang internasional itu mempertemukan klub-klub dari Asia, Eropa, dan Indonesia, menjadikan Medan sebagai salah satu pusat perhatian sepak bola nasional pada masanya.

Warisan sejarah itulah yang kini berusaha dijaga Pemerintah Kota Medan. Berbagai pembenahan dilakukan agar Stadion Teladan tetap menjadi episentrum olahraga di ibu kota Sumatera Utara. Langkah terbesar diwujudkan melalui revitalisasi menyeluruh yang dimulai pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp510 miliar.

Masyarakat berolahraga di Kawasan Stadion Teladan Medan, Ahad. ANTARA/Anggi Luthfi Panggabean.

Pada 6 Februari 2024, Wali Kota Medan saat itu, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat —kini Kementerian Pekerjaan Umum— melakukan peletakan batu pertama revitalisasi stadion.

Dalam proyek tersebut, seluruh tribun dibangun ulang. Kapasitas stadion ditingkatkan menjadi sekitar 20.080 penonton dengan penggunaan kursi tunggal, sementara seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar FIFA. Tidak hanya stadion yang diperbarui, ruang terbuka hijau di depan kawasan Teladan juga ditata ulang untuk menunjang keindahan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman.

"Revitalisasi Stadion Teladan bukan hanya untuk memperbaiki bangunan. Kami ingin stadion ini dapat menjadi pusat pembinaan olahraga, menghidupkan kembali kejayaan PSMS Medan, dan berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Bobby Nasution.

Kini, proses peremajaan Stadion Teladan telah memasuki tahap akhir. Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Waas terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaiannya.

Rico Waas menegaskan pemerintah daerah berkomitmen merampungkan revitalisasi agar stadion dapat segera dimanfaatkan secara optimal bagi perkembangan olahraga di Kota Medan.

"Revitalisasi terus dikebut agar dapat rampung sesuai target. Ini akan menjadi stadion kebanggaan kita," katanya.

Baca juga: Revitalisasi Stadion Teladan untuk Piala AFF U19 masuki penyelesaian

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.