Elephants

Wagub Lampung sebut hilirisasi singkong dongkrak kesejahteraan petani

July 17, 2026

Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebutkan bahwa hilirisasi singkong dapat mendongkrak kesejahteraan petani dan daya saing daerah.

"Kami terus mematangkan langkah strategis untuk memperkuat sektor industri pengolahan, khususnya melalui program hilirisasi komoditas pertanian unggulan," kata Jihan, di Bandarlampung, Jumat.

Menurutnya, salah satu komoditas yang menjadi fokus utama adalah ubi kayu atau singkong, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Dia menyebut bahwa Lampung memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan agenda hilirisasi, didukung oleh posisinya sebagai gerbang Pulau Sumatera serta konektivitas infrastruktur yang mumpuni.

"Sebagai gerbang Pulau Sumatera, Lampung didukung konektivitas jalan Tol Trans-Sumatera, pelabuhan, kereta api, transportasi darat, Bandara Raden Inten, serta berbagai industri pengolahan yang terus berkembang," ujar Jihan.

Berdasarkan capaian data makro tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung tercatat mencapai Rp523 triliun. Sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar kedua dengan andil sebesar 19,11 persen, tepat di bawah sektor pertanian.

Meskipun demikian, Wagub Jihan mengakui bahwa optimalisasi industri pengolahan masih menghadapi tantangan besar.

Selama ini, banyak komoditas pertanian Lampung yang belum diolah secara optimal di dalam daerah, sehingga nilai tambah yang dirasakan oleh petani maupun pelaku industri kecil dan menengah (IKM) belum maksimal.

Oleh karena itu, Jihan menekankan pentingnya fokus pada hilirisasi ubi kayu. Terlebih, Lampung merupakan produsen ubi kayu terbesar secara nasional, dengan angka produksi menembus lebih dari 7,5 juta ton pada tahun 2025.

"Kami jauh lebih optimis. Pada awal masa jabatan, permasalahan fluktuasi harga ubi kayu di Lampung merupakan salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi. Namun, berkat intervensi kebijakan dari gubernur melalui peraturan gubernur (Pergub), mitigasi yang terkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, harga ubi kayu saat ini jauh lebih baik dan stabil," jelasnya.

Komitmen ini juga mendapat perhatian dan pengawalan langsung dari Wakil Presiden RI guna menjaga stabilitas harga ubi kayu serta mendukung ekosistem pertanian di Lampung.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan tengah bersiap mengembangkan cassava center.

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat riset singkong pertama di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai perkembangan dan solusi atas persoalan pertanian ubi kayu.

Selain itu, Pemprov Lampung juga sedang menyiapkan langkah strategis bersama PTPN Regional VII terkait pembebasan lahan yang ditargetkan untuk pembangunan pabrik bioetanol.

Pabrik ini akan menjadi salah satu bentuk nyata hilirisasi ubi kayu guna memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi daerah.

"Hilirisasi singkong tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan produksi, melainkan sebagai strategi membangun nilai tambah melalui penyediaan produk pangan, bahan baku industri, hingga sumber energi," pungkas Jihan Nurlela.

Ia berharap, langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat IKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih progresif serta berkelanjutan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.