Wagub Lampung sebut gerakan tanam PM-AAS di Metro capai 400 hektare
Rabu, 30 September 2026 18:54 WIB
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri gerakan tanam serentak PM-AAS di Kota Metro, Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kalau target total PM-AAS Lampung itu mencapai 35.100 hektare
Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa gerakan tanam Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Metro mencapai 400 hektare.
"Kalau target total PM-AAS Lampung itu mencapai 35.100 hektare, sedangkan untuk gerakan tanam di Kota Metro hari ini itu sekitar 400 hektare," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan dengan adanya gerakan tanam PM-AAS akan membantu dalam memperluas modernisasi pertanian, serta meningkatkan produksi di wilayahnya.
"Harapannya ke depan bisa makin luas untuk modernisasi pertanian, dan hari ini di sektor padi kita terapkan dulu," katanya.
Dia menjelaskan sebelumnya penerapan PM-AAS telah dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah dengan luasan lahan sekitar 100 hektare, dengan melibatkan 77 petani.
Dan sudah melakukan panen dengan produktivitas mencapai 11,2 ton per hektare, atau sudah melebihi target yang ditetapkan yakni 10 ton per hektare.
"Pembiayaan yang harus dikeluarkan petani itu per hektare sekitar Rp15 juta, namun hasilnya kalau bisa 10 ton per hektare dengan harga pembelian pemerintah Rp6.500 per hektare bisa dapat untung mencapai Rp65 juta," ucap dia.
Dia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung pun mengapresiasi para petani yang telah berupaya mendorong produksi pertanian daerah.
Karena sektor pertanian penting bagi Provinsi Lampung, sebab dari Rp500 triliun lebih PDRB Lampung, hampir 28 persen disokong oleh sektor pertanian.
"Ketika 44 persen masyarakat Lampung bekerja di bidang pertanian, perikanan, dan hortikultura. Maka kalau ini jadi fokus perhatian kita di Provinsi Lampung, maka kesejahteraannya serta produktivitas pertanian terjaga, dan Lampung akan semakin maju serta semakin sejahtera," tambahnya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.