Elephants

Wagub Jateng: Perpustakaan harus mampu memahami kebutuhan anak muda

August 21, 2026

Wagub Jateng: Perpustakaan harus mampu memahami kebutuhan anak muda

Jumat, 21 Agustus 2026 07:11 WIB

Image Print

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jateng, Semarang, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa perpustakaan daerah harus mampu beradaptasi dan bertransformasi agar sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

"Perpustakaan dituntut menjadi wadah literasi yang mampu memahami kebutuhan anak-anak zaman sekarang," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, di Semarang, Kamis.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jateng, Semarang,

Menurut dia, perpustakaan saat ini dituntut tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan harus beradaptasi, berinovasi, dan memberikan nilai tambah.

Selain itu, kata dia, ada pergeseran paradigma masyarakat terhadap perpustakaan karena banyak generasi muda menganggap seluruh akses literasi telah tersedia secara digital, sehingga kunjungan fisik ke gedung perpustakaan cenderung menurun.

Sebagai bentuk adaptasi, Pemprov Jateng telah membenahi fasilitas perpustakaan daerah, termasuk menyediakan area kafe di lantai atas untuk menciptakan suasana yang lebih menarik bagi anak muda.

Ia mengatakan upaya lain dilakukan dengan memaksimalkan peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda Literasi, dan Bunda Posyandu.

"Meskipun demikian, kami masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengelola perpustakaan hingga ke tingkat daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan fasilitas juga perlu dilakukan di perpustakaan-perpustakaan sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengatakan persoalan pustakawan dan anggaran menjadi dua hal penting yang perlu segera mendapat perhatian.

Menurut dia, kebutuhan pustakawan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga, tetapi juga menyangkut kepastian pengembangan karier dan kesejahteraan.

Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Jateng, tetapi juga menjadi persoalan secara nasional, padahal peningkatan literasi masyarakat berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.