Elephants

Wagub Gorontalo: Kesiapan SPPG tentukan cakupan penerima MBG - ANTARA News Gorontalo

September 5, 2026

Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi faktor masih adanya sekolah yang belum mendapatkan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Idah yang juga Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo mengatakan pada prinsipnya tidak ada persyaratan khusus bagi sekolah untuk mendapatkan program tersebut. Seluruh sekolah wajib menjadi penerima manfaat MBG.

“Tidak ada syarat untuk sekolah. Semua wajib menerima MBG. Tetapi, setiap wilayah diharapkan memiliki SPPG, karena satu SPPG itu menangani sekitar 1.000 sampai 2.000 penerima manfaat,” jelas Idah usai meninjau pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat.

Menurutnya, sekolah yang belum memperoleh manfaat MBG bukan disebabkan tidak memenuhi persyaratan, melainkan karena dapur SPPG di wilayah sekitar belum siap memberikan pelayanan.

“Jadi kalau ada sekolah yang belum menerima sampai saat ini, itu tergantung dari dapur SPPG-nya, siap atau tidak. Intinya bukan karena sekolahnya, tetapi tergantung kesiapan SPPG di sekitarnya,” ujarnya.

Idah menjelaskan cakupan penerima manfaat MBG tidak hanya pelajar dari jenjang TK hingga SMA, tetapi juga kelompok lainnya, seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Besarnya cakupan penerima manfaat tersebut membuat kapasitas pelayanan setiap SPPG perlu disesuaikan dengan jumlah sasaran di wilayah masing-masing.

Ia mengatakan penyelenggaraan SPPG juga harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat. Dalam penyediaan dapur SPPG, pemerintah turut melibatkan investor untuk mendukung pembangunan fasilitas yang dibutuhkan.

Idah menyebut saat ini terdapat 90 SPPG di Provinsi Gorontalo. Namun, sejumlah SPPG masih menjalani evaluasi oleh Badan Gizi Nasional, bahkan ada yang sementara dihentikan operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan.

“Jumlah SPPG saat ini masih 90. Belum ada tambahan dapur yang beroperasi karena semuanya dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional. SPPG yang tidak memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat pasti ditutup sementara untuk dilengkapi,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan 22 dapur SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat MBG, khususnya di wilayah yang masih belum terlayani.

Idah menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah-sekolah yang hingga kini belum mendapatkan manfaat MBG. Ia memastikan kondisi tersebut bukan karena sekolah tidak memenuhi persyaratan, tetapi berkaitan dengan kesiapan SPPG dalam melayani penerima manfaat di wilayah masing-masing.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.