Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong Gerakan Pramuka di wilayah setempat berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan melalui penguatan keterampilan anggota di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini tentang bagaimana anak-anak bangsa ini juga harus menyiapkan, harus mampu menyongsong, dan mempersiapkan diri untuk siap mendukung swasembada pangan,” ujar Idah di Gorontalo, Minggu.
Menurut Idah, keterlibatan generasi muda dalam swasembada pangan perlu dibangun melalui kegiatan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan pembangunan daerah.
Ia mendorong Satuan Karya (Saka), khususnya Saka Taruna Bumi, untuk menjadi ruang bagi anggota Pramuka mengenal dan mengembangkan keterampilan di bidang yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
“Kegiatan Pramuka menjadi salah satu ruang untuk mempersiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Idah berharap keterampilan yang diperoleh anggota Pramuka melalui kegiatan dan Saka masing-masing tidak berhenti di lingkungan organisasi, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung pembangunan dan swasembada pangan di Provinsi Gorontalo.
“Mudah-mudahan acara ini tidak hanya sekadar seremoni saja, tetapi ada muatan-muatan yang membuat adik-adik ini tertarik untuk terjun langsung mempersiapkan swasembada pangan di Provinsi Gorontalo,” katanya.
Dorongan tersebut disampaikan Idah dalam upacara peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Upacara dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan dirangkaikan dengan penerimaan kembali kontingen Gorontalo yang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 di Bumi Perkemahan Cibubur serta Kemah Bakti Saka Widya Budaya Bakti tingkat Kabupaten Gorontalo yang berlangsung sejak 25 Agustus 2026.
Idah mengatakan momentum peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka, yang diperingati setiap 14 Agustus, menjadi kesempatan untuk memperkuat peran generasi muda dalam berbagai agenda pembangunan.
“Tentunya ini adalah momen yang tidak akan terulang untuk para siswa Siaga dan Penggalang, karena Jambore Nasional ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali,” ujar Idah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik dari perwakilan pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.