Jakarta -
Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tutup sementara mulai Kamis (30/7/2026) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Penutupan dilakukan sebagai langkah evaluasi menyusul viralnya video warga negara (WN) Inggris yang menyoroti persoalan sampah di kawasan wisata tersebut.
Video itu diunggah melalui akun Instagram @lucy_lari_lari. Dalam video berdurasi 3 menit 13 detik, Lucy tampak tak kuasa membendung air mata saat menceritakan pengalamannya melihat sampah berserakan di kawasan wisata alam tersebut.
"35 tahun gue tinggal di Indonesia, gak pernah semalu ini bener, emang ini bukan negara gue, tapi ini negara kalian. Tetapi karena gue udah lama di sini, jadi gue merasa jadi bagian dari masalah ini. Kemarin gue ke puncak Pergasingan di Lombok, view-nya luar biasa banget, bukitnya bagus banget banyak banget turis dan orang-orang lokal di sana. Tapi sampahnya gak masuk akal banget," kata Lucy dalam video yang diunggah pada Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi viralnya video tersebut, pengelola memutuskan menutup sementara aktivitas pendakian di Bukit Pergasingan. Penutupan dilakukan sembari melakukan evaluasi dan mempersiapkan aturan terkait pendakian.
"Pasti ada kaitanya, karena saya rasa ini adalah titik balik kami melakukan evaluasi dan untuk membuat aturan baru, jadi kami tidak menyangkal sampah di sana (Bukit Pergasingan)," kata Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun.
Royal menjelaskan, kekecewaan bule tersebut sebenarnya bukan hanya karena sampah di Bukit Pergasingan. Melainkan permasalahan sampah di wilayah Sembalun secara keseluruhan.
"Hanya saja pada saat itu dia kebetulan naik ke Pergasingan. Videonya juga merekam di berbagai titik di Sembalun, di sungai, di sawah, di lapangan juga. Saya juga sudah konfirmasi ke yang bersangkutan," jelas Royal.
Pengumuman penutupan Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Kamis (30/7/2026) foto (Dok. Pengelola Bukit Pergasingan)
Menurut Royal, persoalan sampah ini bukan hanya di Bukit Pergasingan. Bukit-bukit lain juga memiliki permasalahan yang sama soal sampah, begitu-begitu juga dengan destinasi wisata lainya di Sembalun.
"Makanya kami malu, karena kebetulan saja tamu ini dia naiknya ke Pergasingan sehingga Pergasingan disebut. Tapi kalau berbicara soal sampah, memang sampai hari ini permasalahan kita masih sama di bukit-bukit, di destinasi lainya juga sama saja," pungkasnya.
Penutupan pendakian di Bukit Pergasingan mulai hari ini hingga sampai waktu yang tidak ditentukan. Semuanya bergantung pada rampungnya pembahasan aturan-aturan baru pendakian di Bukit Pergasingan.
Beberapa aturan baru yang sedang disusun adalah dengan sistem deposit sampah. Setiap pengunjung akan mendepositkan sejumlah uang sesuai dengan jumlah sampah yang dibawa.
"Ketika sampahnya balik semua, maka depositnya akan balik. Tetapi misalnya mereka tidak bawa sampahnya turun maka depositnya akan hangus atau sesuai dengan berapa banyak sampah dia bawa," terang Royal.
Opsi yang kedua, para pendaki diwajibkan mengemas ulang kemasan makanan yang dibawa. Seperti halnya aturan yang telah diterapkan di Gunung Rinjani.
"Karena pendaki ini tidak semuanya memiliki uang banyak, jadinya kita antisipasi dengan kemas ulang seperti aturan ke Gunung Rinjani," imbuh Royal.
Royal menambahkan, selama ini pengelola Bukit Pergasingan telah melakukan pengecekan di loket pintu masuk barang bawaan pengunjung. Namun hal ini tidak cukup, karena penerapannya belum efektif.
"Secara rutin kami juga melakukan pembersihan dan mengecek barang bawaan pengunjung di loket. Tapi itu saja tidak efektif, diperlukan punishment supaya aturan tersebut benar-benar dipatuhi," ucap Royal.
---
Artikel ini sudah tayang di detikBali.
(ddn/ddn)