Jakarta -
TikToker Vilmei mengalami kerugian sekitar Rp 1,28 miliar setelah dana pendapatan akun TikTok miliknya diduga digelapkan oleh karyawan berinisial Z. Uang tersebut disebut merupakan hasil pendapatannya selama kurang lebih tujuh tahun.
Kasus tersebut terbongkar saat Vilmei hendak membayar makanan. Ia kemudian mengecek rekening dan mendapati saldo yang tersisa hanya sekitar Rp 1 juta.
Dari penelusuran, karyawan Z diduga mengirimkan uang ke sekitar 12 akun TikTok milik teman dan kekasihnya yang bernama Arka. Transaksi tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh komisi sebelum uang ditarik kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang tersebut kemudian diduga digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari berfoya-foya, mabuk, hingga judi online. Kondisi tersebut turut berdampak pada psikologis Vilmei. Joseph Irianto yang mengenal Vilmei secara pribadi mengatakan sang content creator merasa sedih ketika melihat kembali akun dan pendapatannya.
"Kalau bisa dibilang, mungkin netizen banyak yang bilang ya, 'Mukanya Ci Vilmei itu biasa banget ya kehilangan uang segitu banyak'. Tapi saya yang kenal secara pribadi, dia sedih. Sedih. Setiap dia ngelihat akun dan sebagainya dia sedih," kata Joseph Irianto di Studio Rumpi Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Menurut Joseph, pendapatan dari gift di TikTok tersebut selama ini menjadi bagian dari tabungan Vilmei sebagai seorang content creator.
"Karena bagaimanapun dia ini content creator, mau mendapatkan tabunganlah bisa dibilang dari gift tersebut," ujarnya.
Meski demikian, Vilmei disebut belum membutuhkan bantuan psikolog. Orang-orang terdekatnya masih berusaha memberikan dukungan dan menghiburnya.
"Sejauh ini nggak, cuma kita dari orang-orang terdekatnya itu selalu kasih masukan, selalu menghibur mungkin ya. Tapi nggak dipungkiri lho, hal seperti itu jadinya trust issue. Pasti jadi trust issue," beber Joseph.
"Jadi sekarang dia ya lebih nggak percaya sama orang, makin lebih strict dan sebagainya," sambungnya.
Joseph juga memberikan pesan kepada para content creator agar lebih berhati-hati dalam mengelola bisnis ketika skala usaha mereka semakin besar.
"Vilmei kan content creator. Untuk content creator lainnya, kalau semakin besar dijamin, angin kalian itu pasti akan semakin besar. Angin yang menerpa kalian akan semakin besar," ujarnya.
"Jadi kalian harus lebih firm, harus lebih kuat, harus lebih teliti, harus lebih strict lagi dalam mengurus bisnis kalian," lanjut Joseph.
Ia menilai salah satu hal yang perlu diperbaiki dari manajemen Vilmei adalah sistem pengawasan dan sikap terlalu mudah percaya kepada orang lain. Menurutnya, meski bisnis yang dijalankan Vilmei belum tergolong perusahaan besar, pemilik usaha tetap harus memiliki kontrol yang ketat terhadap pengelolaan keuangan.
"Pertama dari segi, ini kan bukan perusahaan besar ya, masih perusahaan, bisa termasuk perusahaan kecil. Jadi dari owner-nya sendiri sebenarnya, harus lebih jeli. Nggak bisa sembarang percaya sama orang," kata Joseph.
"Kalau saya lihat tuh Vilmei gampang percaya orangnya kalau sama orang. Itu yang harus diperbaiki dari dirinya Vilmei. Kita lagi kasih masukan untuk ke sana dan mungkin juga nanti saya akan bantu dari segi bisnisnya biar lebih ngiket lagilah," sambungnya.
Terkait dugaan penggelapan tersebut, Joseph menyebut hingga kini belum ada permintaan maaf dari Z.
"Sejauh ini belum ada," jawabnya.
Joseph kemudian menjelaskan bahwa setelah kasus tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian. Pihak Vilmei tidak lagi memiliki kewenangan untuk menemui pelaku secara langsung, karena prosesnya telah masuk ke ranah hukum.
"Yang namanya proses hukum, itu setelah kita serahkan ke kepolisian, kita itu nggak punya akses wewenang-wewenang lagi untuk ketemu sama dia sebenarnya. Karena apa? Karena secara hukum sudah kita serahkan," ungkap Joseph.
Ia kemudian menyinggung proses penanganan perkara setelah penangkapan.
"Kalau sudah menahan dan sebagainya itu sudah haknya polisi. Orang tersebut bukan haknya kita lagi," tuturnya.
"Jadi secara langsungnya saya belum lihat. Mungkin, mungkin sebelum diserahkan, mungkin dari WA atau apa itu saya nggak tahu ya. Soalnya saya kan mendampingi dari segi hukumnya," pungkas Joseph.
(fbr/mau)