Elephants

Usai Bromo, Karhutla Rambah Gunung Arjuno-Welirang, Pendakian Ditutup!

August 20, 2026

Kota Batu -

Usai Bromo, kebakaran hutan dan lahan merambah Gunung Arjuno-Welirang. Seluruh jalur pendakian gunung itu resmi ditutup total mulai Rabu 19 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil menyusul temuan titik api kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang pertama terdeteksi pada Selasa (18/8).

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini membenarkan bahwa jalur pendakian kedua gunung telah ditutup sementara demi keselamatan para pendaki serta upaya pemulihan ekosistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebakaran terpantau dari kemarin, sehingga kita putuskan hari ini kita tutup untuk empat jalur pendakian Arjuno-Welirang," kata Tyas, sapaan akrabnya saat dihubungi, Rabu (19/8).

Penutupan ini mencakup seluruh jalur pendakian yang menuju ke Gunung Arjuno-Welirang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Empat jalur pendakian menuju Arjuno-Welirang kita tutup semua, tutup total," tegasnya.

Bagi para calon pendaki yang sudah terlanjur memesan tiket pendakian, pihak pengelola menyediakan skema penjadwalan ulang (reschedule).

Pendaki juga bisa mengajukan reschedule melalui nomor WhatsApp resmi Customer Service Tahura Raden Soerjo di 0851-5657-9564 setelah jalur kembali dibuka, dengan batas waktu hingga 1 tahun.

Saat ini petugas dari Tahura Raden Soerjo bersama dengan tim gabungan, BPBD, relawan hingga masyarakat tengah berupaya melakukan pemadaman pada titik lokasi kebakaran di kaki Gunung Arjuno.

Dari hasil pemantauan, api ditemukan ada di tiga titik dan mendekati jalur pendakian.

"Terpantau di Sibong itu ada 3 titik api. Informasi terakhir itu (api) sudah hampir mendekati jalur atau basecamp areal pendakian di lerengnya," kata Tyas

Namun, ketika ditanya lebih detail terkait lokasi tiga titik api muncul, Tyas menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan penanganan. Ia memastikan akan menginformasikan situasi lebih lanjut.

"Kalau lokasi (tiga titik kebakaran) secara administratif nanti akan kami update lagi. Yang jelas ini terpantau ada tiga titik api," ungkap Tyas.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

(wsw/wsw)