Jakarta (ANTARA) - Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto mengatakan pihaknya akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan kapasitas intelektual-emosional yang bagus guna memperkuat upaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghadapi tantangan modern dalam pengawasan.
"Sebagus apapun sistem yang kita bangun, secanggih apapun teknologi yang kita gunakan, dan sebaik apapun regulasi yang kita susun, semuanya akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan dan penguatan SDM unggul harus menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional," katanya di Jakarta, Senin.
Donny mengatakan, berbagai kondisi seperti ketidakstabilan geopolitik, perubahan iklim, perkembangan teknologi menuntut kemampuan adaptasi dan antisipasi yang semakin kuat. Negara, katanya, tidak bisa lagi dikelola dengan pendekatan yang sepenuhnya konvensional.
"Kita membutuhkan kebijakan yang bukan hanya baik secara normatif, tetapi juga tepat secara substantif, efektif dalam implementasi, dan nyata dampaknya bagi masyarakat. Salah satu fondasi utama transformasi kebijakan adalah penerapan evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti," katanya.
Baca juga: Mendiktisaintek tegaskan URI tidak membawahi seluruh kampus
Menurut dia, setiap kebijakan harus memiliki landasan informasi dan data yang dapat dipercaya, serta analisis yang objektif. Perlu dipastikan bahwa setiap tahapan kebijakan, mulai dari identifikasi masalah, perumusan alternatif, pengambilan keputusan, implementasi, monitoring, hingga evaluasi, didukung oleh bukti yang memadai.
"Dalam konteks ini, data harus menjadi dasar pengambilan keputusan, ilmu pengetahuan menjadi rujukan, dan evaluasi menjadi instrumen untuk memastikan efektivitas kebijakan," katanya.
Karena itu, kata Donny, SDM yang kompeten, bisa berpikir kritis, berani berinovasi, berintegritas, serta punya empati dan komitmen menjadi penting.
"Kecerdasan tanpa integritas dapat kehilangan arah, integritas tanpa kompetensi dapat kehilangan daya. Karena itu, keduanya harus berjalan bersama," katanya.
Baca juga: Pemerintah masih cek lahan untuk pembangunan Universitas RI
Donny menilai, perlu adanya ekosistem kebijakan yang mempertemukan pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan transformasi kebijakan berjalan dengan baik.
Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Citanya mengupayakan pengembangan SDM di bidang sains dan teknologi melalui berbagai program strategis, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Sejalan dengan itu, khusus dalam pengembangan Talenta Unggul BUMN, saat ini dilaksanakan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan atau P3MD yang diikuti oleh 398 pegawai BUMN terpilih," katanya.
Dia mengatakan, seluruh program tersebut pada hakikatnya adalah investasi strategis untuk membangun SDM unggul, agar kebijakan bisa menunjukkan dampak yang nyata dan terukur bagi bangsa.
Baca juga: BPOM-URI bahas Sekolah Vokasi BPOM perkuat ketahanan nasional
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.