Mataram (ANTARA) -
Perspektif Pembangunan Berkelanjutan: Penguatan Kapasitas Akuntansi Desa sebagai Jalan Menuju Ekonomi Lokal yang Transparan dan Inklusif
Penguatan ekonomi desa tidak hanya ditentukan oleh keberadaan potensi lokal, tetapi juga oleh kemampuan kelembagaan desa dalam mengelola sumber daya secara profesional. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Mataram (UNRAM) menghadirkan program Bimbingan Teknis Pembukuan bagi Pengelola BUMDes Karya Mandiri di Desa Sedau sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola ekonomi desa berbasis transparansi dan akuntabilitas.
Program yang dilaksanakan oleh tim pengabdian bidang ilmu akuntansi UNRAM ini menjawab persoalan mendasar yang dihadapi BUMDes Karya Mandiri, yaitu keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Sebelum pendampingan dilakukan, pencatatan keuangan masih menggunakan sistem manual dan pengelola masih bergantung pada konsultan eksternal dalam penyusunan laporan tahunan.
BUMDes Karya Mandiri memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi lokal Desa Sedau. BUMDes yang berdiri sejak tahun 2020 ini mengelola unit usaha wisata, yaitu Wisata Gunung Jae dan Wisata Gunung Aur. Dengan potensi ekonomi tersebut, pengelolaan keuangan yang tertib menjadi fondasi penting agar keuntungan usaha dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Mengusung pendekatan pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian teori akuntansi. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai prinsip dasar akuntansi, teknik penjurnalan, penyusunan buku kas, laporan keuangan sederhana, serta penerapan konsep Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Pendampingan mahasiswa menjadi elemen penting karena memperkuat transfer pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Transformasi yang diperkenalkan juga menyentuh aspek digitalisasi tata kelola keuangan. Tim pengabdian memperkenalkan pemanfaatan Microsoft Excel sebagai teknologi tepat guna untuk pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, buku besar, serta laporan keuangan sederhana. Pendekatan ini dipilih agar sesuai dengan kapasitas pengelola BUMDes dan dapat diterapkan secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak luar.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini memiliki kontribusi kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi desa, peningkatan profesionalisme pengelola usaha, serta penciptaan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola kelembagaan desa. Sistem pembukuan yang lebih baik memungkinkan masyarakat dan pemerintah desa memperoleh informasi keuangan yang lebih jelas sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan BUMDes.
Kontribusi lainnya terlihat pada SDG 17 (Partnerships for the Goals), karena kegiatan ini menunjukkan model kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan juga sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan modal ekonomi, tetapi juga modal pengetahuan dan tata kelola. Dengan kemampuan menyusun laporan keuangan secara mandiri, BUMDes Karya Mandiri memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan unit usaha, meningkatkan kredibilitas kelembagaan, serta memperkuat kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Sedau.
Bagi perguruan tinggi, program ini menjadi contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Pendekatan berbasis kolaborasi akademisi–mahasiswa–desa menjadi strategi penting dalam membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontribusi terhadap Agenda SDGs
|
SDGs |
Keterkaitan Program |
Kontribusi |
|
SDG 8 |
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi |
Penguatan kapasitas pengelola BUMDes dan tata kelola usaha ekonomi desa. |
|
SDG 16 |
Institusi yang Kuat |
Mendorong transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. |
|
SDG 17 |
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan |
Memperkuat kolaborasi UNRAM, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. |
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026