Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyelaraskan pengembangan program studi, penelitian, dan inovasi dengan kebutuhan pembangunan Maluku untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy di Ambon, Kamis (10/9), mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang menjawab persoalan pembangunan daerah.
"Perguruan tinggi memberikan dampak yang nyata bagi pemerintah dalam memberikan solusi-solusi yang tepat bagi berbagai permasalahan. Perguruan tinggi hadir bukan untuk membawa masalah, tetapi membawa solusi," katanya.
Ia menyampaikan hal itu dalam Kuliah Umum Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti bertema "Peranan dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Perkembangan Sains dan Teknologi sebagai Penggerak Pembangunan di Maluku".
Fredy mengatakan pengembangan sejumlah program studi baru perlu diarahkan sesuai kebutuhan pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Program studi tersebut antara lain Bioteknologi, Sains Biomedis, Ilmu Komputer, Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Farmasi.
Menurut dia, Unpatti dengan sekitar 30 ribu mahasiswa memiliki sumber daya akademik yang dapat diperkuat untuk mendukung pembangunan Maluku melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Unpatti menerima lebih dari 6.000 mahasiswa baru, termasuk sekitar 580 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi.
Ia mengatakan kerja sama dengan pemerintah perlu diarahkan pada kebutuhan konkret, seperti penyediaan basis data, kajian kebijakan, pengembangan teknologi, dan inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.
"Universitas Pattimura siap untuk berkolaborasi secara signifikan dengan pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah, kabupaten, kota, hingga desa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan sains dan teknologi harus menjadi salah satu mesin utama transformasi pembangunan di Maluku.
"Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, tetapi kekayaan itu harus dikelola dengan pengetahuan, teknologi dan inovasi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan kolaborasi Pemprov Maluku dan Unpatti perlu diarahkan pada pengembangan riset yang menjawab kebutuhan daerah sekaligus mengoptimalkan potensi Maluku.
"Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi penting untuk memastikan kebijakan pembangunan disusun berdasarkan data, pengetahuan dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.