Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) melaksanakan kegiatan pelatihan perawatan berkala pada traktor tangan (Hand Tractor) bagi kelompok tani pascabencana di Kenagarian Gunuang Rajo, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kegiatan yang digelar pada 6 hingga 8 Agustus tersebut, merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan dan penguatan sektor pertanian masyarakat pascabencana.
Melalui kegiatan tersebut, kelompok tani diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pemeriksaan, perawatan, serta penanganan awal berbagai permasalahan pada traktor tangan atau hand tractor, kata Ketua Tim Pengabdi, Milana, S.T., M.Sc., Ph.D., di Padang, Sabtu.
Pelatihan ini melibatkan 10 orang perwakilan dari kelompok-kelompok tani yang ada di Kenagarian Gunuang Rajo.

Ia mengatakan para peserta diharapkan dapat menjadi perwakilan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh kepada anggota kelompok tani lainnya.
Ia menjelaskan hand tractor merupakan salah satu alat penting dalam menunjang kegiatan pengolahan lahan pertanian.
Namun, penggunaan alat secara terus-menerus tanpa didukung perawatan yang baik, dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin dan meningkatkan risiko kerusakan.
“Perawatan berkala merupakan langkah penting untuk menjaga hand tractor tetap dalam kondisi optimal. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, penggantian oli tepat waktu, pembersihan filter, serta pengecekan komponen utama, petani dapat memperpanjang usia pakai mesin sekaligus mengurangi biaya perbaikan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi pascabencana juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini.
Peralatan pertanian yang terpapar air, lumpur, kelembapan, maupun kondisi penyimpanan yang kurang baik berpotensi mengalami kerusakan pada sejumlah komponen.
Oleh karena itu, pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis agar peserta dapat melakukan perawatan dasar secara mandiri.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan komponen utama hand tractor, prinsip kerja mesin diesel, sistem bahan bakar, sistem pelumasan, pemeriksaan sebelum penggunaan, jadwal perawatan berkala, pemilihan oli mesin diesel, hingga cara melakukan troubleshooting sederhana.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga menekankan praktik langsung di lapangan.
Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kondisi oli mesin, mengecek bahan bakar, membersihkan filter udara, memeriksa baut dan komponen penggerak, serta mempraktikkan prosedur pengoperasian dan perawatan hand tractor secara benar dan aman.
Tim pengabdian tersebut, beranggotakan Dwi Sudarno Putra, S.T., M.T., Ph.D.; Inna Kholidasari, S.T., M.T., Ph.D.; Dr. Nuzul Hidayat, S.Pd., M.T.; Dr. Wagino, S.Pd., M.Pd.T.; serta Agus Baharudin, S.Pd., M.S.
Kegiatan ini juga melibatkan mitra dari Pemerintah Nagari Gunuang Rajo, yang diwakili oleh Erizal Dt. Kayo selaku Wali Nagari Gunuang Rajo.
Keterlibatan pemerintah nagari menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan bahwa program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kelompok tani setempat.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman teoritis, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Para peserta diharapkan mampu melakukan pemeriksaan sederhana sebelum hand tractor digunakan, dan mengenali tanda-tanda awal kerusakan sehingga dapat segera dilakukan tindakan perawatan.
Salah satu materi penting dalam pelatihan adalah pengenalan jadwal perawatan berkala.
Peserta diberikan pemahaman bahwa pembersihan traktor perlu dilakukan setiap selesai digunakan, sementara komponen seperti oli mesin, filter udara, filter bahan bakar, dan sistem injeksi memerlukan pemeriksaan serta perawatan berdasarkan interval penggunaan.
Selain aspek teknis, tim pengabdi juga memberikan penekanan terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
Penggunaan sepatu boot, sarung tangan, pakaian kerja yang sesuai, serta prosedur mematikan mesin sebelum melakukan pemeriksaan menjadi bagian dari materi yang disampaikan kepada peserta.
Kegiatan PIPN ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kenagarian Gunuang Rajo, khususnya kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan penggunaan alat dan mesin pertanian.
Dengan meningkatnya kemampuan petani dalam melakukan perawatan secara mandiri, biaya perbaikan dapat ditekan, risiko kerusakan dapat diminimalkan, dan hand tractor dapat digunakan secara lebih optimal untuk mendukung produktivitas pertanian.
Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Traktor yang dirawat dengan baik akan bekerja lebih lama, lebih hemat, dan menghasilkan panen yang lebih baik.”
Kegiatan pengabdian ini sekaligus diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas kelompok tani pascabencana serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kenagarian Gunuang Rajo," katanya.
Kegiatan pelatihan perawatan hand tractor bagi kelompok tani pascabencana di Kenagarian Gunuang Rajo mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui penguatan kapasitas petani dan keberlanjutan sarana produksi pertanian.
Kemudian SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan efisiensi kerja kelompok tani.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur karena mendorong penerapan pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam pengelolaan alat pertanian, serta SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim dalam konteks penguatan ketahanan masyarakat dan sektor pertanian pascabencana.
