Elephants

UNICEF: 300 Anak Palestina Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata

August 7, 2026

“Gencatan senjata yang tetap menyebabkan rata-rata satu anak meninggal setiap hari adalah gencatan senjata yang gagal bagi anak-anak,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder.

Menurutnya, selain ratusan anak yang meninggal dunia, masih banyak anak lainnya yang mengalami luka-luka serius akibat kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Anak-anak Gaza Masih Menunggu Akhir Kekerasan

Beigbeder mengatakan anak-anak di Gaza masih menantikan berakhirnya kekerasan yang sebelumnya dijanjikan melalui kesepakatan gencatan senjata.

Ia menyebut sejumlah pernyataan yang muncul dalam beberapa hari terakhir telah menggambarkan peta jalan menuju tahap berikutnya dari kesepakatan tersebut, termasuk langkah untuk menghentikan permusuhan dan memperluas distribusi bantuan kemanusiaan.

Menurut UNICEF, perkembangan itu memberikan harapan baru bahwa kekerasan terhadap anak-anak di Gaza dapat segera dihentikan.

Namun, Beigbeder mengingatkan bahwa anak-anak Gaza telah berulang kali mendengar janji mengenai perdamaian dan perlindungan, sementara kenyataan di lapangan masih menunjukkan penderitaan yang berkelanjutan.

“Kali ini, kesepakatan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata,” ujarnya.

UNICEF Desak Semua Pihak Lindungi Anak Gaza

Dalam pernyataan terpisah, UNICEF menyerukan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menjalankan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia.

UNICEF meminta agar keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama serta memastikan mereka tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan makanan.

Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya membuka jalur bantuan kemanusiaan agar dapat mencapai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan secara aman, cepat, dan tanpa hambatan.

Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Berlangsung

UNICEF menegaskan bahwa penghentian konflik tidak hanya berarti menghentikan operasi militer, tetapi juga memastikan masyarakat sipil, terutama anak-anak, memperoleh perlindungan dan hak dasar mereka.

Bagi UNICEF, setiap kesepakatan damai harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan agar korban anak tidak terus bertambah.

Kondisi di Gaza masih menjadi perhatian dunia internasional karena anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak akibat konflik berkepanjangan, kehilangan tempat tinggal, keterbatasan layanan kesehatan, serta sulitnya akses terhadap kebutuhan dasar.

Sumber: Voiceofemirates