Percakapan dunia hari ini adalah tentang masalah-masalah lingkungan hidup. Ini adalah utang kita kepada generasi yang akan datang, generasi yang hari ini baru lahir, gen Z, dan juga yang akan lahir di masa depan
Semarang (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) 2026 di kampus setempat pada Jumat dengan menghadirkan akademisi dalam dan luar negeri untuk membahas tata kelola lingkungan.
Wakil Rektor Undip Wijayanto mengatakan tata kelola lingkungan menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi masyarakat dunia saat ini.
"Percakapan dunia hari ini adalah tentang masalah-masalah lingkungan hidup. Ini adalah utang kita kepada generasi yang akan datang, generasi yang hari ini baru lahir, gen Z, dan juga yang akan lahir di masa depan," kata Wijayanto.
Ia mengatakan dampak kerusakan lingkungan dan perubahan iklim telah dirasakan di berbagai wilayah dunia, termasuk gelombang panas yang melanda Prancis.
Baca juga: 2026, KemenLH targetkan akhiri praktik TPA open dumping
Menurut dia, Kota Semarang yang berada di wilayah pesisir juga menghadapi persoalan banjir dan rob yang berkaitan dengan dampak perubahan iklim.
"Jika kita tidak bicara tentang lingkungan, maka kemudian kita tertinggal dari percakapan dunia," katanya.
Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono mengatakan konferensi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
"Jadi, selain narasumber dari dalam, ada Prof. Darto (Sudharto P. Hadi), ada juga narasumber lain yang diambil dari beberapa perguruan tinggi asing," kata Teguh.
Baca juga: RI-Singapura kerja sama perkuat tata kelola pasar karbon berkeadilan
Narasumber asing yang dihadirkan antara lain Prof. Mamoon Allan dari University of Jordan, Yordania, dan Dr. Wai Man Natalie Wong dari National Chengchi University, Taiwan.
Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari Indonesia serta berbagai negara untuk membahas tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, perlindungan lingkungan, dan perubahan iklim.
ICISPE 2026 mengusung tema "Bridging Governance and Ecology: Navigating Energy Policy, Environmental Protection, and Climate Governance" yang menyoroti keterkaitan tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, serta perlindungan dan tata kelola lingkungan.
Teguh mengatakan konferensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya FISIP Undip meningkatkan reputasi akademik di tingkat global melalui publikasi ilmiah terindeks Scopus.
Baca juga: Kemdiktisaintek dukung penanganan sampah nasional berbasis teknologi
Artikel dan prosiding dari ICISPE akan dipublikasikan dalam prosiding terindeks Scopus setelah melalui proses seleksi dan penelaahan oleh panitia konferensi.
"Semua seminar ini produknya adalah artikel Scopus. Kami akan mendapat sekitar 100 dan itu akan berkontribusi untuk Undip yang menargetkan sekitar 3.000 artikel Scopus," katanya.
Sementara itu, Prof. Sudharto P. Hadi yang menjadi pembicara mengatakan penyelenggaraan ICISPE yang telah memasuki tahun ke-11 menunjukkan perkembangan yang baik.
"Kemudian, tema tahun ini adalah environmental governance. Jadi, environmental governance dilihat dari berbagai perspektif," kata mantan Rektor Undip tersebut.
Baca juga: Perusahaan tambang diminta adopsi standar internasional
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.