Elephants

Undip juara Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Bawaslu

September 25, 2026
Di antara kedua, baik UI maupun Undip, ini dua perguruan tinggi yang menurut kami penilaian juri luar biasa sekali dan dua-duanya bagus

Jakarta (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip) keluar sebagai juara Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Undip menjadi juara setelah mengungguli Universitas Indonesia (UI) dalam babak grand final. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Undip memperoleh skor enam, sedangkan UI mendapatkan skor tiga.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI Puadi mengatakan kedua perguruan tinggi yang tampil di babak grand final menunjukkan kualitas argumentasi yang sangat baik.

Baca juga: Bawaslu: Mahasiswa berperan mengawal penegakan hukum Pemilu

"Di antara kedua, baik UI maupun Undip, ini dua perguruan tinggi yang menurut kami penilaian juri luar biasa sekali dan dua-duanya bagus," kata Puadi di Jakarta, Jumat.

Puadi menilai kedua tim menyampaikan argumentasi dengan didukung data, dasar hukum, serta teori yang dinilai logis.

Menurut dia, penetapan juara bukan semata-mata persoalan pro dan kontra, melainkan bagaimana kedua tim mampu memproduksi gagasan dalam proses debat.

"Kami bangga pada dua finalis debat ini, sehingga bukan persoalan pro dan kontra, tetapi bagaimana di dua final ini mereka memproduksi gagasan-gagasan," ujarnya.

Puadi mengatakan gagasan yang disampaikan para peserta menjadi salah satu kontribusi dalam memperkuat kelembagaan dan kewenangan Bawaslu.

Kompetisi tersebut, kata dia, diikuti 409 regu yang jika setiap regu terdiri atas tiga mahasiswa, maka terdapat sekitar 1.227 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi.

Baca juga: Bawaslu: Kompetisi Debat Hukum Pemilu jadi ruang mahasiswa uji teori

Ia menilai kompetisi debat tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang akademik bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, menguji teori, membaca persoalan hukum pemilu, dan menawarkan solusi.

"Debat penegakan hukum pemilu keenam ini adalah merupakan satu ruang akademik, ruang ide, ruang untuk menyampaikan gagasan," kata Puadi.

Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Tahun 2026 menetapkan Universitas Diponegoro sebagai juara pertama, disusul Universitas Indonesia sebagai juara kedua dan Universitas Andalas sebagai juara ketiga.

Universitas Diponegoro meraih skor enam pada babak grand final, sedangkan Universitas Indonesia memperoleh skor tiga. Selisih skor tersebut menjadi dasar penetapan juara pertama dan kedua oleh dewan juri.

Sementara itu, Universitas Andalas meraih juara ketiga dengan selisih satu poin dari Universitas Brawijaya.

Selain penghargaan bagi tiga juara utama, panitia juga memberikan penghargaan Best Speaker kepada Fikri Fauzan Rahman dari Universitas Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kualitas argumentasi dan performa peserta hingga babak 16 besar dan tidak memengaruhi hasil pertandingan pada tahapan berikutnya.

Baca juga: Bawaslu DKI kirim mahasiswa UI dan UKI ikuti kompetisi debat

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.