Undana menggandeng tiga kampus hadirkan teknologi air bersih di TTS
Kamis, 16 Juli 2026 14:57 WIB
Pertemuan perwakilan Undana, ITB, Unpad dan UGM di Kupang. ANTARA/Ho-Undana
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana berkolaborasi dengan ITB, UGM, dan Unpad menghadirkan teknologi filtrasi air bersih serta layanan kesehatan hewan bagi masyarakat Desa Fatukoko, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia 2026.
Ketua Tim Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 Prof. Muhammad Ali Zulfikar di Kupang, Kamis mengatakan Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada PMKI 2026 yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Muhammad Ali Zulfikar mengatakan Desa Fatukoko dipilih karena masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau, sehingga sebagian masyarakat masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Desa Fatukoko sengaja dipilih karena masih menghadapi persoalan akses air bersih. Sebelum teknologi filtrasi diterapkan, sampel air sungai telah melalui pengujian laboratorium untuk memastikan kualitasnya," kata Muhammad Ali Zulfikar dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan tim ITB dan Unpad bersama Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Undana memasang instalasi filtrasi air bersih berbasis material adsorben yang dirancang untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memperkenalkan teknologi tersebut, tetapi juga merakit dan mendemonstrasikan cara pengoperasian alat bersama warga.
"Dari hasil demonstrasi terlihat perbedaan kualitas fisik yang cukup jelas antara air sebelum dan sesudah melewati proses filtrasi sederhana ini. Walaupun hasil pengujian setelah instalasi akhir masih menunggu evaluasi lanjutan, kami tetap menganjurkan masyarakat untuk memasak air hasil filtrasi sebelum dikonsumsi," ujarnya.
Selain penyediaan air bersih, tim UGM bersama Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana serta Dinas Peternakan Kabupaten TTS memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan upaya pencegahan penyakit pada ternak milik warga.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana Prof. Philiphi de Rozari mengatakan kolaborasi antarkampus menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Menurut dia, penerapan teknologi modern perlu diselaraskan dengan kondisi sosial budaya masyarakat di wilayah lahan kering kepulauan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Aliya Nur Hasanah dari Unpad mengatakan kemitraan empat perguruan tinggi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian semata, tetapi akan dikembangkan menjadi program pendampingan jangka panjang dengan menjadikan Desa Fatukoko sebagai desa binaan.
"Kita harapkan program ini menjadi program pendampingan jangka panjang dengan menjadikan Desa Fatukoko sebagai desa binaan," tegasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Undana gandeng tiga kampus hadirkan teknologi air bersih di TTS
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.