Undana memadukan USG ibu hamil & budidaya hidroponik guna cegah stunting
Senin, 12 Oktober 2026 11:47 WIB
Dokter dari Undana melakukan USG kandungan seorang ibu hamil di Kupang. ANTARA/Ho-Undana
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) mengkombinasikan dua kegiatan yaitu pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil dan pelatihan budidaya hidroponik bagi keluarga yang memiliki balita terindikasi stunting sebagai upaya mendukung pencegahan stunting di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana Regina M. Hutasoit di Kupang, Senin, mengatakan pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemantauan kesehatan ibu dan janin serta pemenuhan gizi keluarga setelah anak lahir.
“Pencegahan stunting harus menjadi gerakan proaktif sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan USG spesialis ini, kami memastikan para ibu memahami perkembangan janinnya secara rinci sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan asupan gizi esensial hingga masa persalinan,” katanya.
Program PKM yang dilaksanakan tim dosen FKKH Undana itu menjangkau 50 peserta, terdiri atas 10 ibu hamil yang mendapat pemeriksaan janin dan 40 ibu yang memiliki balita terindikasi stunting.
Pemeriksaan USG bagi 10 ibu hamil dilaksanakan di Rumah Sakit Umum (RSU) Undana dengan melibatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, guna memantau pertumbuhan janin dan mendeteksi dini kemungkinan gangguan pertumbuhan, termasuk Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
Melalui pemeriksaan tersebut, tim memberikan kesempatan kepada ibu hamil untuk mengetahui kondisi perkembangan janin sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemantauan kehamilan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Selain intervensi kesehatan selama kehamilan, tim PKM Undana juga memperkuat pemenuhan pangan bergizi keluarga melalui pelatihan hidroponik bagi 40 ibu yang memiliki balita terindikasi stunting.
Pelatihan yang berlangsung di Puskesmas Sikumana itu mengajarkan teknik budidaya tanaman pangan menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan memanfaatkan bahan rumah tangga dan barang daur ulang.
Peserta juga menerima paket awal budidaya hidroponik yang terdiri atas benih tanaman, media tanam, dan nutrisi tanaman untuk mendukung penerapan metode tersebut di rumah masing-masing.
Tim berharap pelatihan itu membantu keluarga menyediakan sayuran segar secara mandiri sehingga dapat mendukung pemenuhan gizi rumah tangga tanpa menambah beban pengeluaran secara berlebihan.
Melalui kegiatan tersebut Undana mendorong keterlibatan perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting melalui pemantauan kesehatan ibu dan janin serta pemberdayaan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Kombinasi kedua pendekatan itu diharapkan memperkuat upaya pencegahan stunting di Kota Kupang, terutama melalui deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan dan peningkatan akses keluarga terhadap pangan bergizi.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.