Elephants

UNAND Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Industri Indonesia--Tiongkok pada CAECW 2026

July 31, 2026

Guiyang, Guizhou (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND) memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra industri dari Indonesia dan Tiongkok. Penandatanganan dilaksanakan pada 30 Juli 2026 dalam rangkaian 2026 China–ASEAN Education Cooperation Week (CAECW) di Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok.

Perjanjian kerja sama tersebut melibatkan empat pihak, yaitu Guizhou Vocational College of Economics and Business, Universitas Andalas, PT Angel Yeast Budi Indonesia, dan Duyun Maojian Tea Industry Development (Group) Co., Ltd.

Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, dr. Irene, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D.

Kehadiran kedua pejabat tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Indonesia terhadap penguatan hubungan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan kemitraan industri antara Indonesia dan Tiongkok.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA, CRGP, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk menghubungkan kekuatan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi ditindaklanjuti melalui kegiatan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, institusi, industri, dan masyarakat,” ujarnya.

Mengintegrasikan Pendidikan, Riset, dan Industri

Kerja sama empat pihak tersebut membuka peluang pelaksanaan pertukaran mahasiswa dan dosen, program musim panas, kursus singkat, transfer kredit, magang industri, penelitian bersama, serta pengembangan program pendidikan bergelar ganda dan bergelar bersama.

Pada tahap awal, para pihak dapat mengembangkan program mobilitas mahasiswa melalui semester pertukaran dengan pemetaan transfer kredit. Kursus singkat juga dapat dirancang dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing mitra, terutama pada bidang kebudayaan dan bahasa, pangan, pertanian, biodiversitas, teknologi pengolahan, dan lainnya.

Pada tahap selanjutnya, kerja sama dapat diperluas melalui program dual degree dan joint degree, termasuk skema pendidikan sarjana 2+2, 3+1, atau model lain yang disepakati.

Pengembangan Komoditas Teh dan Kopi

Kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada pengembangan industri teh, tetapi juga mencakup komoditas kopi, khususnya kopi Indonesia. Kedua komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi basis kolaborasi pendidikan, penelitian, inovasi produk, pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Guizhou Vocational College of Economics and Business memiliki pengalaman kuat dalam pembelajaran berbasis industri, terutama melalui Program Studi Tea Production and Processing Technology. Mahasiswa dilibatkan dalam keseluruhan rantai produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, pengendalian mutu, pengemasan, penyusunan materi promosi, hingga pemasaran produk melalui platform perdagangan daring.

Melalui keterlibatan Duyun Maojian Tea Industry Development (Group) Co., Ltd., para pihak dapat mengembangkan pembelajaran dan riset mengenai teknologi produksi teh, mutu produk, pengembangan merek, dan perluasan pasar. Sementara itu, keterlibatan PT Angel Yeast Budi Indonesia dapat memperkuat kajian mengenai fermentasi, teknologi pangan, pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan produk berbasis teh dan kopi.

Bagi Indonesia, kolaborasi di bidang kopi dapat diarahkan pada peningkatan mutu pascapanen, teknologi fermentasi, pengembangan cita rasa, standardisasi produk, pengemasan, serta akses pasar internasional. Kolaborasi ini juga membuka peluang promosi kopi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia melalui jejaring perguruan tinggi dan industri di Tiongkok.

Memperkuat Pembelajaran Berbasis Praktik

Kunjungan UNAND ke Guizhou Vocational College of Economics and Business sebelumnya memberikan gambaran mengenai kuatnya integrasi antara pendidikan dan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menggunakan peralatan yang setara dengan fasilitas industri, mengembangkan produk, membuat materi promosi, dan memasarkan hasil produksi secara langsung.

Model tersebut menjadi inspirasi bagi UNAND untuk semakin memperkuat pembelajaran berbasis proyek, laboratorium pembelajaran berskala industri, serta keterlibatan perusahaan dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan riset.

Kerja sama juga diharapkan mendukung pemanfaatan kecerdasan artifisial, realitas virtual, simulasi digital, dan teknologi kampus pintar. Pengalaman institusi di Tiongkok dalam penerapan teknologi tersebut dapat membantu mempercepat transformasi pembelajaran, penelitian, dan tata kelola di Universitas Andalas.

Menuju Kemitraan yang Berkelanjutan

Penandatanganan perjanjian kerja sama pada 30 Juli 2026 menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih terukur. Para pihak diharapkan segera mengidentifikasi program prioritas, menetapkan penanggung jawab, menyusun jadwal pelaksanaan, serta menentukan indikator keberhasilan setiap kegiatan.

Kemitraan tersebut diharapkan menghasilkan pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen, publikasi dan inovasi bersama, pengembangan produk teh dan kopi, serta peningkatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri.

Melalui kerja sama ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk memperluas internasionalisasi pendidikan dan membangun kolaborasi yang setara, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Indonesia dan Tiongkok.