Elephants

Turnamen nasional grand final Free Fire di Yogyakarta diikuti 12 tim terbaik

July 12, 2026

Turnamen nasional grand final Free Fire di Yogyakarta diikuti 12 tim terbaik

Minggu, 12 Juli 2026 19:21 WIB

Image Print

Pembukaan turnamen nasional Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Minggu (12/7/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Turnamen nasional grand final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall, di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu (12/7) diikuti 12 tim terbaik dari berbagai daerah Indonesia.

Game Producer Garena Free Fire Indonesia Christiandy Franciscus di Yogyakarta, Minggu, mengatakan ke 12 tim yang berlaga di Grand Finals FFNS 2026 Fall merupakan gabungan dari sembilan tim hasil babak Play-Ins dan tiga tim peraih podium FFNS 2026 Spring.

"Untuk pertama kalinya, Garena membawa Grand Finals FFNS ke Yogyakarta, dan momennya menjadi lebih berarti karena bertepatan dengan Pesta 9 Free Fire," katanya.

Kedua acara tersebut dibuat terbuka dan gratis untuk komunitas pemain dan penggemar, serta masyarakat umum melalui konsep festival rakyat yang menghadirkan wahana, aktivitas komunitas, kuliner, musik, serta pengalaman unik bertema Free Fire.

"Hari ini, Free Fire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat ekosistem ini terus hidup selama sembilan tahun," katanya.

Menurut dia, pemenang kompetisi ini akan memegang tiket sebagai wakil Indonesia menuju Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall, selain itu juga akan mendapatkan bagian terbesar dari total prize pool senilai Rp850 juta.

"Kehadiran di Yogyakarta ini sebagai komitmen untuk membawa panggung esports Free Fire lebih dekat ke komunitas di berbagai daerah. Dan Yogyakarta menjadi kota ke-6 yang menjadi tuan rumah setelah Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Palembang," katanya.

Head of BD, Esports, and Community Garena Indonesia Wijaya Nugroho mengatakan bagi publik Yogyakarta, Grand Finals ini juga membawa cerita lokal yang kuat melalui keikutsertaan Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia, talenta esports Free Fire asal Yogyakarta.

"Perjalanan Ahnaf menuju Grand Finals FFNS 2026 Fall menunjukkan bahwa pemain lokal dari Yogyakarta juga bisa mendapatkan tempat di panggung esports nasional dan bersaing bersama tim-tim terbaik Indonesia," katanya.

Kehadiran Ahnaf di Grand Finals juga turut menegaskan bahwa FFNS dapat menjadi ruang bagi pemain dari berbagai daerah untuk berkembang, berkompetisi, dan membangun jalan mereka di ekosistem esports Free Fire.

Rangkaian Pesta 9 Free Fire sejak 3 Juli dengan menghadirkan Kabin Pesawat Free Fire di Teras Malioboro sebagai instalasi publik yang terinspirasi dari ruang tunggu di dalam game. Adapun, puncak Pesta 9 Free Fire berlangsung pada Minggu (12/7) di Lapangan Pancasila GSP UGM.

"Melalui Pesta 9 Free Fire, kami membawa pengalaman Free Fire ke luar game dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dari Teras Malioboro hingga UGM, pengunjung bisa merasakan Free Fire sebagai ruang berkumpul, ada komunitas, musik, kuliner, festival rakyat, dan berbagai aktivitas," tambah Christiandy.

Daftar tim yang bertanding pada grand final adalah XOXO Pride (Klaten), Strenght GRT (Palu), Jiggle (Jambi), MBR Omega (Jakarta), Kagendra (Depok), Borneo Hilang Arah (Banjar Baru), Gokil Jo Noh (Manado), Elang Esport (Bangka), Petigade (Garut), Shadow Esports (Jakarta), Dewa United Horus (Jakarta), dan Pandora Esports (Makassar).

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026