ILUSTRASI. Transaksi Digital Perbankan Tumbuh Pesat (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menjaga efisiensi operasional di tengah pertumbuhan bisnis. Hingga semester I 2026, Cost to Income Ratio (CIR) BCA tercatat sebesar 29,3%.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, beban operasional perseroan relatif terjaga sepanjang semester I 2026.
“BCA senantiasa mengelola biaya operasional secara efektif dan efisien dalam mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Hera kepada Kontan.co.id.
Menurut dia, salah satu strategi BCA dalam menjaga efisiensi dilakukan melalui optimalisasi transaksi menggunakan layanan perbankan digital dan transaksi non-tunai.
Baca Juga: Remitansi BCA Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Diminati
Pemanfaatan layanan tersebut mencakup transaksi melalui mobile banking dan internet banking, sehingga mendukung efisiensi dalam kegiatan operasional perbankan.
“Selaras dengan hal tersebut, Cost to Income Ratio (CIR) BCA terjaga sebesar 29,3% per semester I-2026,” katanya.
Ke depan, BCA akan terus memperkuat ekosistem finansial sekaligus menyempurnakan dan memodernisasi infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga efisiensi kegiatan operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Hera menambahkan, penguatan infrastruktur digital menjadi bagian dari upaya BCA untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan pengembangan bisnis.
Dengan demikian, perseroan tetap dapat mengoptimalkan operasional sekaligus memberikan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Baca Juga: BCA Naikkan Limit Transfer myBCA hingga Rp 500 Juta per Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News