Elephants

Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid |Republika Online

September 4, 2026

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Mandiri melanjutkan kinerja solid hingga akhir Agustus 2026, didukung pertumbuhan intermediasi yang sehat serta semakin luasnya aktivitas nasabah dalam ekosistem digital perseroan.

Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026, tumbuh 17,6 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut tetap dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko, sehingga kualitas aset tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1,00 persen, dengan NPL coverage ratio mencapai 240,6 persen.

Sejalan dengan perannya sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian. Penyaluran kredit tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Pertumbuhan kredit ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 17,6 persen yoy menjadi Rp 1.687 triliun. Struktur pendanaan tetap kuat dengan tabungan mencapai Rp 563 triliun dan giro sebesar Rp 623 triliun. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya peran Bank Mandiri dalam mendukung kebutuhan transaksi nasabah, baik ritel maupun pelaku usaha.

Kinerja tersebut turut didukung oleh meningkatnya aktivitas transaksi dalam ekosistem digital Bank Mandiri. Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 42,2 juta pengguna, dengan frekuensi transaksi 3,32 miliar. Sementara itu, Kopra by Mandiri telah melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar. Frekuensi transaksi melalui Kopra mencapai 1,05 miliar, sejalan dengan pemanfaatan oleh pelaku usaha untuk menunjang kegiatan bisnis.

Peningkatan aktivitas transaksi turut memperkuat kontribusi pendapatan berbasis komisi terhadap kinerja Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, fee-based income (FBI) tumbuh 12,9 persen yoy. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh recurring fee-based income dari Livin’ dan Kopra, sejalan dengan meningkatnya frekuensi serta ragam transaksi nasabah pada kedua platform tersebut.

Didukung pertumbuhan intermediasi, peningkatan transaksi, dan pendapatan yang semakin terdiversifikasi, Bank Mandiri secara bank only membukukan laba bersih sebesar Rp 37,5 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 22,3 persen yoy.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pencapaian tersebut menjadi landasan bagi perseroan untuk terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri. Langkah ini kami jalankan agar dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman bagi nasabah,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).