Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIB
Tangerang Selatan, VIVA – Di tengah semakin banyaknya mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) yang masuk ke Indonesia, Toyota tetap memilih menjalankan strategi multi-pathway. Pabrikan asal Jepang itu menilai kebutuhan masyarakat Indonesia terlalu beragam untuk hanya mengandalkan satu jenis teknologi elektrifikasi.
Baca Juga
Melalui pendekatan tersebut, Toyota menghadirkan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi, mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik berbasis baterai. Strategi ini dinilai lebih sesuai dengan kondisi Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah, infrastruktur, dan pola penggunaan kendaraan yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide, mengatakan Toyota selalu mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, bukan semata mengikuti tren teknologi yang berkembang di pasar global.
Baca Juga
"Indonesia sangat besar, dari Sabang sampai Merauke. Kebutuhan masyarakatnya juga berbeda-beda. Toyota sudah beroperasi di Indonesia selama 55 tahun, sehingga yang paling penting bagi kami adalah mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Minggu 9 Agustus 2026.
Menurut Oide-san, sebagai perusahaan otomotif global, Toyota memiliki berbagai teknologi elektrifikasi yang dikembangkan di sejumlah negara. Seluruh teknologi tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasar, termasuk Indonesia.
Baca Juga
Ia menegaskan, Toyota tidak ingin menentukan teknologi mana yang harus dipilih konsumen. Sebaliknya, perusahaan ingin memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.
"Kalau dulu pilihannya hanya hybrid, sekarang teknologinya semakin banyak. Kami akan terus menyediakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Fokus kami adalah kebutuhan pelanggan, bukan menentukan pilihan mereka," katanya.
Sementara itu, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan strategi multi-pathway masih akan menjadi arah pengembangan elektrifikasi Toyota di Indonesia. Menurutnya, hingga kini belum ada satu teknologi yang mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mencontohkan kondisi jalan, infrastruktur pendukung, hingga karakter penggunaan kendaraan di Indonesia masih sangat beragam. Karena itu, Toyota menilai masyarakat membutuhkan lebih banyak pilihan teknologi dibanding hanya mengandalkan kendaraan listrik berbasis baterai.
"Tidak cukup hanya satu teknologi untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena itulah Toyota tetap menghadirkan beragam teknologi elektrifikasi. Bukan hanya produknya, tetapi juga layanan yang membuat masyarakat bisa menggunakan kendaraan dengan aman dan nyaman," ujar Bansar.
Halaman Selanjutnya
Pada semester pertama 2026, Toyota mencatat penjualan kendaraan elektrifikasinya meningkat sekitar 55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurut Bansar, capaian tersebut menunjukkan semakin banyak konsumen yang mulai merasakan manfaat teknologi elektrifikasi Toyota.