Timika (ANTARA) - Satuan Tugas TNI di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menemukan 1.347 batang pohon ganja di hutan sekitar Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang,Provinsi Papua Pegunungan, Selasa.
Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto dalam keterangannya yang diterima di Timika, Selasa, mengatakan kuat dugaan ribuan batang pohon ganja yang ditemukan itu hasil budidaya Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXV Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin. Pohon ganja tersebut sengaja ditanam di daerah pelosok agar tidak diketahui oleh aparat penegak hukum.
"Ini satu kondisi yang tragis di mana mama-mama, bapak bapak di Papua mengharapkan anak-anaknya menjadi generasi penerus, dirusak oleh bahaya narkoba. Kepada seluruh anggota OPM jangan rusak generasi muda Papua, jangan rusak generasi muda Indonesia dengan bahaya narkoba," ujarnya.
Setelah mendapatkan titik pasti dari pantauan udara, pasukan Satgas Yonif 735 SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali, Satgas Prayuda Mamta,Satgas Korpasgat, Satgas Kasuari dan Koramil 1715 Oksibil di bawa kendali Kogabwilhan III mengajak personel Kepolisian Resor Pegunungan Bintang ke lokasi untuk untuk bersama-sama membumihanguskan ladang ganja tersebut.
Pangkogabwilhan III menyebut temuan tersebut hanyalah segelintir persoalan kasus ganja yang lebih besar lagi, mengingat ada indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja serupa hasil budidaya simpatisan OPM atau ditanam sendiri oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) banyak tersebar di pedalaman Papua.
Ladang ganja semakin menjamur di Papua setelah juru bicara OPM Sebby Sambom secara terang-terangan melegalkan anggotanya membudidayakan ganja atau membina oknum masyarakat untuk menanam ganja di tanah Papua.
Ia mengaku sangat miris dan ironis melihat kondisi ini mengingat di saat mama mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya , TPNPB-OPM justru menanam racun di tanah yang sama.
"Legalitas ganja oleh TPNPB-OPM bukan sekedar pelanggaran hukum namun bentuk nyata pengkhianatan terhadap nilai nilai kemanusiaan , ketuhanan, moral ,agama, adat istiadat dan budaya leluhur Papua," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam poin ke tujuh Asta Cita yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika, Pangkogabwilhan III memastikan TNI tidak akan berhenti masuk ke dalam hutan mencari dan memusnahkan pohon ganja di tanah Papua.
"Bagi TNI bukan sekedar tugas namun juga perjalanan kemanusiaan dimana setiap jejak yang kami tinggalkan adalah bentuk ikhtiar untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba yang perlahan mematikan harapan mereka," ujarnya.
Baca juga: Kodaeral X gagalkan penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini
Baca juga: Bea Cukai Bali gagalkan dua WNA selundupkan 10,1 kg ganja
Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.