Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), memberikan edukasi dan pendampingan manajemen penyakit kronis, serta kesiapsiagaan emergency kit obat kepada warga Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak banjir, terutama bagi masyarakat dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan," kata Ketua Tim PKM FIK UNP Dr. Rika Sepriani, M.Farm., Apt, di Padang, Selasa.
Rika menjelaskan dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana.
"Banjir dapat menyebabkan terganggunya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan obat-obatan. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi masyarakat yang harus mengonsumsi obat secara rutin," jelasnya.
Kegiatan pengabdian yang digelar pada 10–11 Agustus lalu, juga melibatkan anggota Dr. dr. Eldawaty, M.H.Kes., Dr. Sepriadi, S.Si., M.Pd., dan Ns. Sandra Dewi, S.Kep., S.Pd., M.Kes.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Ami Febby Triani, M.Pd., dan M. Jamil, M.Pd. Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala UPT Puskesmas Batipuh Selatan, Vina Indriani, S.Tr. Keb.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari tim UPT Puskesmas Batipuh Selatan, yang turut berperan dalam pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Rika menambahkan kesiapsiagaan kesehatan, perlu menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana di tingkat masyarakat.
“Ketika terjadi banjir, masyarakat dapat mengalami kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan maupun memperoleh obat yang dibutuhkan. Bagi penderita penyakit kronis, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pengobatan terputus. Karena itu, kesiapan masyarakat perlu dibangun sebelum kondisi darurat terjadi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan pengobatan, mengenali kondisi kesehatan, serta melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan, untuk mempersiapkan kebutuhan kesehatan pribadi dan keluarga saat menghadapi kondisi darurat.
Tidak hanya memberikan edukasi, Tim PKM FIK UNP juga menyerahkan emergency kit obat kepada para peserta kegiatan. Pemberian emergency kit tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika akses terhadap pelayanan kesehatan dan obat-obatan terganggu akibat banjir.
Menurut Dr. Rika Sepriani, kesiapsiagaan kesehatan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu individu dan keluarga. Masyarakat perlu memahami kebutuhan kesehatan masing-masing dan mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan agar tetap dapat menjaga kondisi kesehatan saat terjadi situasi darurat.
“Pengetahuan saja belum cukup. Masyarakat juga perlu memiliki kesiapan secara praktis. Salah satunya melalui persiapan kebutuhan obat dan perlengkapan kesehatan yang dapat digunakan dalam kondisi darurat,” katanya.
Selain memberikan emergency kit obat kepada peserta, Tim PKM FIK UNP juga memberikan hibah alat kesehatan kepada UPT Puskesmas Batipuh Selatan.
Hibah tersebut berupa alat tensimeter serta seperangkat multi-monitoring system 3 in 1 (GCU), lengkap dengan strip pemeriksaan untuk diabetes melitus, kolesterol, dan asam urat.
Pemberian hibah tersebut, merupakan bentuk dukungan Tim PKM FIK UNP terhadap peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Alat kesehatan tersebut, diharapkan dapat membantu UPT Puskesmas Batipuh Selatan dalam melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya dalam deteksi dini dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular.
Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat menjadi bagian penting dalam pemantauan kesehatan masyarakat, terutama bagi individu yang memiliki risiko atau telah mengalami penyakit kronis.
Dengan dukungan alat pemeriksaan tersebut, pelayanan pemantauan kesehatan masyarakat diharapkan dapat semakin optimal.
Kolaborasi antara FIK UNP dan UPT Puskesmas Batipuh Selatan dalam kegiatan ini, menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan hasil keilmuan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Kegiatan pengabdian di Nagari Guguak Malalo ini, juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Program tersebut mendukung SDG 3 atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan penyakit kronis, pemantauan kesehatan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 11 atau Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama melalui upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi dampak bencana.
Kesiapsiagaan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun komunitas yang tangguh, karena dampak bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu keberlanjutan pelayanan dan kondisi kesehatan masyarakat.
Selain itu, kolaborasi antara FIK UNP, UPT Puskesmas Batipuh Selatan, dan masyarakat Nagari Guguak Malalo, mencerminkan semangat SDG 17, atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kerja sama antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun program kesehatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian edukasi dan pendampingan.
Sebanyak 49 peserta terlibat aktif dalam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kesiapan praktis masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan akibat bencana.
Melalui kegiatan tersebut, Tim PKM Kesehatan FIK UNP berharap masyarakat Nagari Guguak Malalo semakin memahami pentingnya pengelolaan penyakit kronis dan kesiapsiagaan kesehatan, terutama dalam menghadapi kondisi darurat akibat banjir.
Pemberian emergency kit obat kepada peserta serta hibah tensimeter dan multi-monitoring system 3 in 1 (GCU) beserta strip pemeriksaan kepada UPT Puskesmas Batipuh Selatan, diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan setempat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, sekaligus membangun komunitas yang lebih mandiri, sehat, dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana.
