Tim gabungan padamkan karhutla 200 hektare di Tulung Selapan OKI
Senin, 10 Agustus 2026 22:23 WIB
Lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tulung selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. (ANTARA/HO/Manggala Agni)
Palembang (ANTARA) - Tim gabungan mengupayakan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan telah membakar sekitar 200 hektare lahan di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Kristanto di Palembang, Senin, mengatakan luasan lahan yang terbakar tersebut masih dalam proses perhitungan. Namun, berdasarkan estimasi awal, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 200 hektare.
Untuk penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan karena proses pemadaman masih berlangsung. Kondisi lahan yang kering dan banyaknya bahan terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar.
Dalam penanganannya, tim darat bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinarmas terus melakukan pemadaman dan membuat sekat untuk menghentikan penjalaran api.
"Kondisi sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandeg. Tim darat juga sudah berhasil mematikan kepala api, tinggal ekor yang perlu secara bertahap ditangani," katanya.
Untuk mempermudah mobilisasi personel dan peralatan, tim menggunakan excavator untuk membuka akses menuju titik-titik pemadaman.
Selain melalui jalur darat, pemadaman juga didukung dari udara menggunakan helikopter water bombing milik perusahaan. Sebelumnya, dukungan serupa juga sempat diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kondisi karhutla di Tulung Selapan saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan ketika pertama kali terdeteksi. Meski demikian, tim tetap mewaspadai kemungkinan api kembali meluas akibat perubahan arah angin ataupun kondisi ekstrem lainnya.
"Secara umum lokasi ini sudah sangat membaik dibandingkan kondisi waktu awal terdeteksi. Tetapi kita tetap perlu mengantisipasi apabila angin berbelok arah atau terjadi kondisi ekstrem lainnya," ujarnya.
Pemadaman di lokasi tersebut masih terus dilanjutkan. Dua regu Manggala Agni saat ini masih bertahan di lapangan dan mendirikan tenda bersama tim RPK.
Sulitnya akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla. Dari Palembang, perjalanan menuju titik kebakaran dapat memakan waktu sekitar enam jam karena kondisi jalan yang kurang baik.
Selain itu, keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi membuat laporan dari lapangan terkadang mengalami keterlambatan.
"Saat ini ada helikopter water bombing dari Sinarmas dan sempat juga waktu sebelumnya dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Ferdian.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026