Samarinda (ANTARA) - Tim gabungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan berhasil memadamkan titik api yang membakar area seluas 13,8 hektare kawasan hutan konservasi di Provinsi Kalimantan Timur.
"Kami bersama seluruh elemen bergerak cepat melokalisasi api agar tidak meluas merusak keanekaragaman hayati, terutama di kawasan hutan konservasi," kata Analis Kebijakan Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim, Darussalam di Samarinda, Senin.
Lahan hutan konservasi terdampak meliputi kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Bengalon seluas 2,8 hektare dan Taman Hutan Raya Kutai Kartanegara seluas 11 hektare.
"Regu pemadam yang beranggotakan puluhan personel langsung diturunkan secara terpadu begitu titik panas tersebut terpantau sistem," ujarnya.
Pasukan pemadam ini merupakan gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepolisian, TNI, Manggala Agni, serta relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA).
Terbukti kehadiran lima ribu lebih relawan Masyarakat Peduli Api kini menjadi ujung tombak krusial dalam upaya pemadaman awal di tingkat perdesaan.
"Para relawan desa ini telah kami bekali pengetahuan mitigasi serta teknis penggunaan alat pemadam manual sebelum mereka terjun," tuturnya.
Sinergi lintas instansi tersebut terbukti efektif menekan angka luasan kebakaran di dalam kawasan perlindungan hutan hingga persentase yang sangat minim.
Berdasarkan data laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Agustus 2026, terpantau total luasan yang terbakar di Kaltim tercatat sebesar 475,44 hektare. Dari total tersebut, luasan kebakaran terbagi menjadi 256,20 hektare di Area Penggunaan Lain (APL) atau wilayah non-kawasan hutan, dan 219,25 hektare yang berada di dalam Kawasan Hutan.
"Walaupun petugas sering menghadapi medan menanjak perbukitan serta jarak tempuh lokasi hingga lima jam perjalanan, semangat pantang menyerah tetap menyala," tegasnya.
Kondisi pengendalian kebakaran hutan wilayah Kalimantan Timur pada kemarau kali ini terpantau masih sangat terkendali dibandingkan dengan provinsi tetangga lainnya.
Keberhasilan penekanan luasan area titik api juga didukung oleh peningkatan kesadaran warga sekitar area konservasi alam untuk tidak membuka lahan pertanian dengan dibakar.
"Kami terus berkolaborasi mengoptimalkan edukasi serta patroli rutin guna memastikan seluruh kawasan ekosistem kita aman sampai musim kemarau benar-benar berakhir," demikian Darussalam.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.