Jakarta, CNBC Indonesia - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melaporkan sebanyak tiga bandara utama ditutup sementara (aerodrome closed) akibat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) terbaru dari AirNav Indonesia.
Berdasarkan data per 6 September 2026 pukul 09.15 WIB, status penutupan sementara di ketiga bandara tersebut meliputi:
-
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang: Ditetapkan pukul 01.30 hingga 13.30 WIB.
-
Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta: Ditetapkan pukul 07.20 hingga 14.00 WIB.
-
Bandara Radin Inten II, Lampung: Ditetapkan pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.
Secara akumulatif, gangguan operasional ini berdampak pada total 459 penerbangan, dengan rincian:
-
Bandara Soekarno-Hatta: 301 penerbangan terdampak (akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan/divert).
-
Bandara Halim Perdanakusuma: 23 penerbangan terdampak (seluruhnya pembatalan).
-
Bandara Radin Inten II: 12 penerbangan terdampak (seluruhnya pembatalan).
-
Bandara Lainnya: Total 277 penerbangan terdampak akibat pembatalan, keterlambatan, maupun pengalihan rute.
Aktivasi Service Recovery dan Koordinasi Maskapai
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menegaskan bahwa penyampaian informasi secara berkala serta pelayanan bagi penumpang terdampak menjadi prioritas utama perseroan guna memastikan setiap penumpang memperoleh asistensi yang memadai dari pihak pengelola bandara maupun maskapai.
"Kami juga mengimbau agar calon penumpang pesawat memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan dan opsi yang tersedia," ujar Arie.
Sebagai bentuk mitigasi, prosedur Service Recovery Action (SRA) telah diaktifkan di bandara-bandara yang terdampak. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, SRA mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang, penyediaan armada bus untuk mobilitas menuju hotel berkoordinasi dengan maskapai, serta penyiapan area khusus di dalam terminal.
Selain itu, seluruh personel serta fasilitas bandara di bawah naungan InJourney Airports juga disiagakan untuk berfungsi sebagai lokasi pendaratan alternatif (alternate) serta kantong parkir pesawat guna mendukung kelanjutan operasional maskapai.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]