Thailand menang karena bisa bongkar pertahanan Malaysia
Jumat, 21 Agustus 2026 19:42 WIB
Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu didampingi kapten timnas Kawinthida Kikuntod saat konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu mengatakan salah satu kunci kemenangan timnya atas Malaysia dalam semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 karena berhasil membongkar pertahanan lawan.
"Kami mengapresiasi kerja sama tim dalam membongkar pertahanan lawan. Hal itu menjadi salah satu kunci kemenangan kami," kata dia dalam konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah, Jumat.
Menurutnya, skuad nya masih mencoba menemukan ritme bermain pada wal laga, tapi Kawinthida Kikuntod cs menjalankan instruksi pelatih sehingga menang.
"Kami sempat kehilangan kendali dan membiarkan Malaysia bangkit. Namun, saya bangga dengan cara tim merespons dan terus berjuang bermain sesuai taktik yang kami rencanakan. Kami menghormati setiap lawan," kata Wiwasukhu.
Para pemain, kata Wiwasukhu, selalu diingatkan tidak menganggap remeh lawan karena semua tim kuat dan setiap laga adalah tantangan baru.
"Saya harus membuat para pemain bermain dengan percaya diri dan menikmati permainan. Di babak final nanti, kami akan fokus pada diri sendiri, menganalisis dengan cermat dan bersikap sebaik mungkin," ujar Wiwasukhu.
Menurut dia semua orang di dalam timnya saling membantu sehingga para pemain bermain sesuai taktik yang direncanakan.
"Kami bermain sesuai taktik yang telah kami siapkan dan latih selama ini. Meskipun hari ini Malaysia tampil dengan kekuatan penuh dengan skuad lengkap sebelas pemain saya tetap yakin kami bisa menang," kata Wiwasukhu.
Wiwasukhu bertekad menjuarai turnamen ini sehingga pemain-pemainnya harus terus bersiap dan berlatih.
Thailand ke final setelah mengalahkan Malaysia 5-1 di Supersoccer Arena Kudus hari ini.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026