Elephants

Thailand Bakal Pungut Biaya Masuk Turis Asing Rp243 Ribu Mulai 2027

August 20, 2026

CNN Indonesia

Kamis, 20 Agu 2026 13:00 WIB

Thailand Bakal Pungut Biaya Masuk Turis Asing Rp243 Ribu Mulai 2027
Thailand menyambut kedatangan turis asing yang tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. (AFP/JACK TAYLOR)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Thailand makin mantap menerapkan biaya masuk bagiĀ turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 450 baht atau sekitar Rp243 ribu.

Kebijakan ini diambil untuk mendanai pengembangan sektor pariwisata sekaligus asuransi bagi turis di tengah penurunan jumlah kunjungan.

Melansir VN Express, berdasarkan pengumuman dari Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand, Komite Kebijakan Pariwisata Nasional telah menyetujui rencana tersebut secara prinsip pada 14 Agustus lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, usulan tersebut sedang memasuki tahap uji publik selama 30 hari untuk menjaring masukan masyarakat sebelum diserahkan ke Kabinet. Jika direstui, aturan tarif baru ini bakal resmi berlaku pada awal 2027.

Pilihan Redaksi

Sebelumnya, pejabat Thailand sempat mempertimbangkan skema tarif berbeda, yakni 300 baht untuk jalur udara dan 150 baht untuk jalur darat maupun laut.

Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, menjelaskan penetapan angka 450 baht dihitung menggunakan model alokasi biaya ekonomi. Dana yang terkumpul nantinya akan dibagi untuk pengembangan fasilitas pariwisata dan penyediaan asuransi pengunjung.

Pemerintah Thailand berencana memungut biaya ini dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar wisatawan yang tiba melalui jalur udara dengan target peluncuran pada kuartal pertama 2027.

Sementara itu, tahap kedua, yang mencakup kedatangan jalur darat dan laut, baru akan dimulai 360 hari setelah Tahap 1 berjalan.

Jeda waktu tersebut sengaja disiapkan guna mengurai potensi kemacetan di perbatasan darat, terutama di jalur sibuk yang berbatasan dengan Malaysia.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai opsi pembayaran agar tak menyulitkan turis. Di antaranya disisipkan langsung ke tiket pesawat, dibayar via situs web resmi, aplikasi seluler, kios mandiri di bandara, hingga sistem Thailand Digital Arrival Card.

Khusus bagi pelintas batas yang sering bepergian, pemerintah Thailand sedang menguji coba opsi multiple-entry yang terhubung dengan polis asuransi satu bulan. Melalui skema ini, wisatawan cukup membayar biaya 450 baht satu kali untuk beberapa kali keluar-masuk Thailand dalam kurun waktu sebulan.

Pejabat Kementerian Pariwisata dan Olahraga menyebutkan bahwa salah satu keunggulan utama dari pungutan ini adalah fasilitas asuransi kesehatan dan keselamatan otomatis.

Dana tersebut secara otomatis memberikan perlindungan dasar bagi wisman jika mengalami darurat medis atau kecelakaan selama berada di Thailand.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Surasak Phancharoenworakul menegaskan, ketersediaan dana khusus asuransi ini dapat meningkatkan citra keselamatan Thailand sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelancong.

Data kementerian mencatat, Thailand telah menerima lebih dari 19 juta turis asing dengan mengantongi pendapatan 927 miliar baht sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026.

Meski demikian, para analis memperkirakan total kunjungan wisman hingga akhir tahun hanya mencapai 31 juta orang, turun 4,9 persen dibanding 2025. Penurunan ini dipicu oleh ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi global.

Lembaga riset Kasikorn Research Center mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan asal Malaysia mulai melambat karena beralih ke Jepang dan Indonesia. Sementara itu, turis asal China kini lebih tertarik berlibur ke Korea Selatan dan Vietnam.

Merespons pergeseran tren tersebut, Pemerintah Thailand merombak strategi pariwisatanya lewat rencana nasional lima tahunan yang dimulai tahun depan.

Penerapan biaya masuk 450 baht ini menjadi bagian inti dari strategi anyar tersebut guna menggalang dana perbaikan infrastruktur serta menjamin standar keselamatan bagi tamu mancanegara.

(wiw)

placeholder