Elephants

Terungkap Boikot Eropa Berdampak Menghambat Pasokan Militer Israel |Republika Online

September 24, 2026

Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Militer Israel mengakui bahwa boikot yang diberlakukan sejumlah negara Eropa, baik secara terbuka maupun diam-diam, terhadap Israel telah berdampak langsung pada kegiatan pengembangan dan pengadaan peralatan militernya, terutama di sektor angkatan laut.

Saat ini, militer Israel menghadapi kesulitan yang semakin besar dalam memperoleh komponen yang digunakan untuk membangun kapal selam dan kapal perang, demikian diungkapkan surat kabar Israel, Haaretz , dikutip Aljazeera, Kamis (24/9/2026).

Menurut Haaretz, sejumlah negara Eropa, termasuk Norwegia, Denmark, dan Prancis, menolak memasok galangan kapal Jerman yang memproduksi kapal selam dan kapal serbu untuk Israel dengan sejumlah “komponen pertahanan”.

Sebelumnya, militer Israel disebut berhasil mengakali pembatasan tersebut dengan membeli peralatan melalui negara-negara ketiga.

Haaretz mengutip keterangan militer Israel yang mengakui bahwa dampak boikot tersebut kini mulai terasa secara nyata.

Hal ini berbeda dengan pernyataan para pejabat politik Israel yang selama ini menyatakan bahwa negara itu sedang berupaya mencapai “kemandirian penuh dalam produksi militer”.

Haaretz juga melaporkan bahwa sebuah kapal selam baru bernama AH Dragon akan tiba di Israel pada Kamis, setelah mengalami keterlambatan selama beberapa bulan akibat boikot tersebut.

Sementara itu, pengiriman kapal-kapal selam berikutnya dari seri yang sama diperkirakan akan mengalami penundaan yang jauh lebih lama.

Menurut laporan tersebut, Norwegia dan Denmark menolak mengizinkan kapal selam itu berlabuh di pelabuhan mereka dalam perjalanan dari Jerman menuju Israel untuk menjalani latihan dan pengujian.