Jakarta -
Menurut estimasi World Population Review, jumlah konsumsi daging sapi di dunia mencapai lebih dari 65 juta ton setiap tahun! Lantas, negara mana saja yang banyak menghasilkan daging sapi?
Dikutip dari Chowhound (24/8), produksi daging sapi dunia ternyata terpusat di segelintir negara saja. Data dari Foreign Agriculture Service (FAS) milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebut hanya 11 negara yang menyumbang sekitar 80% produksi daging sapi global.
Negara ini tersebar dari Eropa hingga Amerika Latin. Setiap negara juga punya sapi ras andalan masing-masing dengan karakter rasa yang berbeda-beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh di antara negara penghasil daging sapi terbesar di dunia:
7. Argentina
Sebagai rumah bagi hidangan asado yang legendaris, tak heran jika industri daging sapi menjadi tulang punggung ekonomi Argentina. Negara ini menghasilkan 3,18 juta metrik ton daging sapi per tahun, atau sekitar 5% dari produksi dunia menurut FAS.
Ras asal Inggris mendominasi peternakan Argentina, menyumbang 85% populasi sapi nasional, terutama Angus dan Hereford.
Angus dikenal lebih kaya rasa dan juicy berkat lemak marmernya, sementara Hereford lebih ramping dengan rasa yang lebih ringan namun tetap gurih. Karena sebagian besar sapi di Argentina digembalakan dengan rumput lalu digemukkan dengan biji-bijian, daging sapi asal negara ini dikenal kaya rasa dan jadi salah satu yang terbaik di dunia.
6. Australia
Australia menyumbang 4% produksi daging sapi dunia, sedikit di atas Meksiko dengan total lebih dari 2,5 juta metrik ton per tahun menurut FAS. Peternakan sapi tersebar di seluruh negara bagian dan teritori Australia, namun Queensland menyumbang hampir separuh populasi sapi nasional.
Ras seperti Angus, Hereford, Brahman, dan Droughtmaster umum ditemukan di sana. Yang menarik, menurut Meat and Livestock Australia Ltd., Australia menempati posisi kedua dunia sebagai produsen Wagyu setelah Jepang.
Produksi Wagyu di Australia dimulai sejak 1990-an, didominasi strain Japanese Black. Berkat sebaran lemak (marbling) yang kaya dan rasa gurih khasnya, 80-90% Wagyu asal Australia justru diekspor ke luar negeri.
5. Meksiko
Meksiko menyumbang 4% produksi daging sapi dunia, atau sekitar 2,26 juta metrik ton per tahun menurut FAS. Salah satu ras andalannya adalah Raramuri Criollo, yang sebenarnya berasal dari wilayah AndalusÃa, Spanyol, sebelum dibawa ke Benua Amerika sekitar 500 tahun lalu. Ras ini kemudian berkembang di kawasan Copper Canyon, Chihuahua, dan dipelihara oleh masyarakat adat Tarahumara.
Raramuri Criollo terbiasa hidup di iklim kering dengan pola makan yang lebih beragam dibanding sapi pada umumnya. Ukurannya juga lebih kecil dari Angus, dengan bobot rata-rata sekitar 800 pon. Meski begitu, dari segi rasa, daging Raramuri Criollo disebut cukup sebanding dengan Angus, sedikit lebih ramping namun tetap empuk dengan rasa yang kompleks.
4. Rusia
Negara dengan wilayah terluas di dunia ini juga masuk jajaran produsen daging sapi terbesar, dengan kontribusi hampir 3% dari produksi global atau sekitar 1,44 juta metrik ton, menurut data FAS.
Angus dan Kalmyk adalah dua ras sapi paling umum di Rusia, menyumbang lebih dari 78% populasi sapi nasional. Kalmyk sudah menjadi bagian penting peternakan Rusia sejak diperkenalkan pada abad ke-17.
Kadar lemaknya yang tinggi membantu sapi ini bertahan di musim dingin yang panjang dan keras, meski rasa dagingnya tidak cocok untuk semua lidah. Sejak akhir 2000-an, peternak Rusia mulai beralih ke Angus yang dagingnya lebih empuk dan disukai banyak orang, membuat populasi Kalmyk perlahan menurun.
3. Kanada
Kanada tak cuma dikenal lewat sirup maple, tapi juga jadi penyumbang sekitar 2% produksi daging sapi dunia, atau lebih dari 1,31 juta metrik ton menurut FAS. Meski begitu, produksi daging sapi Kanada terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, dan populasi sapi pada 2024 tercatat menjadi salah satu yang terendah sejak dekade 1980-an.
Kendati demikian, negara ini masih memiliki sekitar 10 ribu peternak sapi potong terdaftar.
Mayoritas daging sapi Kanada berasal dari ras-ras asal Inggris seperti Angus, Hereford, Shorthorn, dan Galloway. Dari sisi wilayah, Provinsi Alberta di Kanada bagian barat menyumbang sekitar 44% populasi sapi nasional, disusul Saskatchewan dengan 29%.
2. Prancis
Prancis adalah produsen daging sapi terbesar di Uni Eropa, sekaligus salah satu yang terbesar di dunia. Eurostat mencatat Prancis menyumbang 20,7% dari produksi daging sapi Uni Eropa pada 2023, atau setara 1,3 juta metrik ton.
Dua ras sapi paling populer di Prancis adalah Charolais dan Limousin. Charolais dikenali dari bulunya yang putih krem dan ukurannya yang raksasa, pejantan dewasa bisa mencapai bobot lebih dari 2.500 pon, sedangkan betinanya bisa lebih dari 2.000 pon.
Dagingnya cenderung rendah lemak dengan rasa yang lebih halus. Sementara Limousin, yang berasal dari wilayah selatan-tengah Prancis, punya bulu merah keemasan dan tubuh yang kokoh. Meski kadar lemaknya lebih rendah, rasa dagingnya justru lebih kuat dan gurih.
1. Jerman
Jerman masuk deretan produsen daging sapi terbesar di dunia dunia. Bahkan Jerman jadi produsen terbesar kedua di kawasan Uni Eropa. Menurut Eurostat, pada 2023 Jerman menyumbang 17,3% dari total 6,4 juta metrik ton produksi daging sapi Uni Eropa, atau sekitar 1,1 juta metrik ton.
Jerman punya lebih dari 40 ras sapi, namun empat di antaranya paling dominan: Fleckvieh (Simmental) dan Braunvieh (Brown Swiss) di wilayah selatan, serta German Holstein dan Red Holstein di utara.
Menurut German Livestock Association, keempat ras ini menyumbang 80% populasi sapi di negara tersebut. Daging sapi Holstein cenderung lebih ramping, Fleckvieh lebih bermarmer dan empuk, sementara Braunvieh punya rasa yang lebih 'beefy'.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Tips Kurban Sehat, Bebas Derita Kolesterol dan Asam Urat"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)