Elephants

Teror Begal Pantat dan Payudara Hantui Emak-emak di Lereng Bromo

September 25, 2026

Pasuruan -

Aksi begal pantat dan payudara menghantui emak-emak di kawasan lereng gunung Bromo. Sudah ada banyak korban akibat aksi pelecehan seksual ini

Aksi pelecehan seksual tersebut sangat meresahkan warga desa Andonosari di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto mengatakan teror ini terungkap setelah dua warga melaporkan kejadian yang dialaminya ke pemerintah desa. Teror tersebut, disebutnya, sudah terjadi beberapa pekan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar adanya dua orang yang melapor, mengungkap fakta lain. Ternyata banyak korban pelecehan seksual tersebut.

"Awalnya ada dua orang yang melapor. Setelah disampaikan ke beberapa dusun, ternyata bertambah menjadi sekitar 10 orang," kata Pujianto, Jumat (25/9/2026).

Teror begal pantat dan payudara tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Desa Andonosari. Warga desa-desa sekitar juga menjadi korban.

"10 orang lebih yang jadi korban. Dari Desa Andonosari, Tutur, Wonosari, Palangsari dan Gendro," terangnya.

Teror yang lebih banyak terjadi pada siang hari ini membuat perempuan, khususnya ibu-ibu, mulai merasa tidak aman ketika harus bepergian seorang diri.

"Saya takut sekarang," kata WZ, salah satu korban.

Pujianto juga mengungkap modus pelaku membuntuti perempuan yang melintas menggunakan sepeda motor. Setelah dekat dengan korban, pelaku menyentuh bagian tubuh korban mulai dari payudara hingga pantat.

"Para korban menyampaikan modus pelaku relatif sama. Pelaku diduga menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor serta mengenakan jaket dan masker untuk menyamarkan identitas," katanya.

Kasus ini mencuat setelah dua warga Desa Andonosari melaporkan kejadian yang mereka alami kepada pemerintah desa pada Senin (21/9). Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada warga di sejumlah dusun.

"Dugaan pelecehan tersebut kemungkinan telah berlangsung cukup lama. Namun, kasus itu baru terungkap setelah korban mulai berani melaporkan," terangnya.

Pemerintah Desa Andonosari telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Warga berharap pelaku segera teridentifikasi sehingga dugaan aksi pelecehan di jalanan tidak kembali terjadi.

"Kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas seorang diri di jalan yang sepi," pungkasnya.


-------

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)