Nusa Dua, Bali (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat mitigasi untuk menekan risiko dari dampak bencana alam termasuk gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menambah sumber alternatif tenaga kelistrikan.
“Jaringan kami itu sudah dibangun dengan mempertimbangkan redundancy (cadangan),” kata Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini di sela forum Batic 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.
Ia menjelaskan, jaringan fiber optik memiliki lingkaran konfigurasi dan juga sistem tenaga listrik. Selain menggunakan tenaga listrik yang dipasok dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), pihaknya juga memiliki energi listrik cadangan yaitu baterai dan genset.
Baca juga: BNPB mengirim bantuan ke pulau terluar di Kabupaten Sikka
Mitigasi itulah yang membantu menjaga daya tahan konektivitas digital dan layanan telekomunikasi saat terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Menurut dia, sumber tenaga listrik cadangan itu menjadi bantalan ketika sumber utama tenaga listrik mengalami gangguan setelah terjadi gempa bumi.
Selain pemulihan infrastruktur, BUMN itu juga menghadirkan akses internet gratis di sejumlah posko pengungsian.
Dukungan tersebut membantu korban terdampak untuk berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi, serta menunjang koordinasi penanganan selama kondisi darurat.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di lima wilayah terdampak, yakni Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, dan Bima, mencakup bahan makanan dan sembako, kebutuhan bayi dan anak, serta logistik rumah tangga.
“Jadi setelah peralatan untuk kebutuhan cadangan kelistrikan, kami juga kerahkan personel lebih banyak untuk membantu mengoperasikan dan kami juga menyalurkan bantuan untuk korban terdampak gempa NTT,” katanya.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026