Elephants

Tawaran Baru Tren Naked Dressing Lewat Batik Organza di Koleksi Harsa Lakon

August 5, 2026

Jakarta -

Koleksi terbaru Lakon Indonesia yang bertajuk 'Harsa' menyuguhkan inovasi pembuatan tekstil yang berbasis teknik tradisional dengan keterampilan tingkat tinggi. Salah satunya batik organza yang menerawang seperti tren naked-dressing yang tengah diminati.

'Harsa' menjadi suguhan puncak rangkaian BRI JF3 Fashion Festival 2026 pada Rabu (29/7/2029) lalu. Terdiri dari 36 set busana, koleksi ini menandai evolusi estetika Lakon yang sebelumnya condong ke streetwear. Di bawah arahan kreatif desainer Irsan, Lakon kini hadir dengan pendekatan yang berbeda. Lebih lembut, ringan, dan elegan, dalam variasi busana siap pakai yang premium, baik untuk kesempatan kasual maupun formal.

Peragaan Koleksi Lakon Harsa di JF3 Fashion Festival 2026Peragaan Koleksi Lakon Harsa di JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Dok. JF3)

Elemen wastra yang selama ini menjadi kekuatan Lakon tetap dipertahankan, tapi diterjemahkan ke dalam bahasa desain yang lebih modern melalui permainan proporsi, konstruksi, serta eksplorasi material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, dan organza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari semua bahan, organza yang paling menantang," ujar pendiri Lakon Thresia Mareta saat sesi re-see, Selasa (4/8/2026), di Teras Lakon, Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Organza termasuk jenis kain yang sangat tipis, ringan, dan tembus pandang, sehingga mengolahnya dengan teknik batik butuh kehati-hatian agar terhindar dari kerusakan.

Di koleksi Harsa, kain tersebut dihiasi motif batik gaya Maduraan sebagai dasar yang dikembangkan dengan teknik cap. Dalam dominasi warna mewah, batik terasa modern lewat permainan corak-corak bergaris.

Resee Koleksi Lakon Harsa 2026Set busana batik organza dari koleksi Harsa ditampilkan kembali dalam sesi re-see yang digelar di Teras Lakon. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Batik organza muncul dalam beragam potongan busana, mulai dari kemeja, celana, hingga rok. Memakainya dapat disesuaikan dengan preferensi gaya masing-masing.

Efek menerawangnya memberi opsi baru untuk mengikuti tren naked dressing tapi dengan sentuhan tradisional. Tren ini populer setelah para bintang dunia menunjukkan keberanian di karpet merah dalam balutan busana yang full mengekspos kulit (tak hanya baju, sepatu pun memiliki versi 'telanjang' tersendiri).

Jika ingin bermain aman, tentu kita bisa memakai busana ini sebagai lapisan luar dengan gaya layering yang stylish. Misal dipadu kemeja polos sebagai dalaman, atau rok dipasangkan dengan celana panjang untuk opsi bawahan.

Ide awal dari penggunaan material organza sebenarnya bermula dari kebutuhan untuk menghadirkan busana yang nyaman dipakai di tengah cuaca tropis yang panas.

"Kita butuh opsi pakaian yang tipis, apalagi kita tinggal di negara yang hangat," tutur Thresia.

(dtg/dtg)