Elephants

Target Lifting Minyak 612.500 Bph pada 2027 Dinilai Realistis, Sumur Rakyat Jadi Salah Satu Penopang

September 4, 2026

AKURAT.CO Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bonar Tua Halomoan Marbun, menilai, target lifting minyak nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) pada 2027 masih realistis untuk dicapai.

Menurut Bonar, target tersebut dapat diwujudkan selama peningkatan produksi dilakukan dengan mengikuti kaidah, standar, pengalaman, serta praktik terbaik yang berlaku di industri migas internasional.

“Kalau ditanyakan apakah target peningkatan lifting menjadi sekitar 612 ribu barel minyak per hari itu masuk akal, jawabannya iya, make sense,” kata Bonar saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).

Pemerintah mengusulkan target lifting minyak pada 2027 sebesar 612.500 bph, meningkat dibandingkan target 2026 sebesar 610.000 bph.

Sementara target lifting gas 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (boepd), turun dari target 2026 sebesar 984.000 boepd.

Bonar menilai salah satu peluang untuk meningkatkan produksi minyak nasional berasal dari optimalisasi sumur rakyat.

Program tersebut dinilai dapat menjadi tambahan produksi apabila pengelolaannya dilakukan secara terukur dan memenuhi standar keselamatan serta teknis yang berlaku.

“Kalau ditanyakan apakah program ini baik, tentu saja baik dalam pemahaman yang positif secara umum,” ujar Bonar.

Menurut dia, produksi dari sumur rakyat yang telah aktif saat ini berada di kisaran 2.000 bph.

Meski kontribusinya masih relatif kecil dibandingkan produksi minyak nasional, peningkatan produksi dari sektor tersebut tetap dapat memberikan tambahan lifting.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, sebelumnya memperkirakan produksi sumur masyarakat dapat meningkat hingga sekitar 30.000 bph apabila program yang mulai berjalan pada 2026 tersebut dapat dioptimalkan pada 2027.

“Intinya pemerintah punya program untuk akselerasi lifting ini antara lain pemberdayaan sumur masyarakat. Nah sumur masyarakat di 2026 ini sudah di-on-kan. Dari perkembangan yang ada dan perencanaan yang ada untuk sumur masyarakat ini bisa optimal di 2027, itu diperkirakan bisa meningkat mungkin bisa 30.000 barel,” ujar Bambang.

Optimalisasi Sumur Tua

Selain sumur rakyat, Bonar melihat peluang peningkatan lifting masih terbuka dari lapangan-lapangan minyak tua atau brownfield.

Menurut dia, sejumlah lapangan migas nasional memang telah mengalami penurunan produksi dan cadangan.

Namun, kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi dalam industri migas dan tidak serta-merta berarti potensi produksi telah habis.

Lapangan-lapangan tua masih dapat dioptimalkan apabila didukung teknologi, tata kelola, dan metode produksi yang tepat.

Baca Juga: Harga Pertamax Tetap Rp15.950, Pakar: Pemerintah Berupaya Jaga Daya Beli Masyarakat