Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menargetkan mampu mendaur ulang 40 ton sampah per hari melalui penerapan sistem Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terpadu guna mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, pengelolaan sampah tidak lagi dapat mengandalkan metode lama sehingga diperlukan integrasi teknologi dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
"Pengelolaan sampah tidak bisa lagi memakai cara lama. Kita perlu melakukan lompatan melalui integrasi teknologi dan pemilahan dari sumbernya," katanya saat dikonfirmasi di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Baca juga: DLH Tapin targetkan pengurangan sampah desa hingga 50 persen
Baca juga: DLH Tapin dorong desa sediakan solusi untuk tekan TPS liar
Menurut Yamani, penerapan sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi beban TPA sekaligus memperpanjang usia pakainya, serta optimalisasi pengolahan sampah juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.
Pemkab Tapin, kata dia, menargetkan penerapan TPS Terpadu secara bertahap mampu menekan porsi sampah yang dibuang ke TPA hingga di bawah 50 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin Chandra mengatakan target tersebut disiapkan setelah pemerintah daerah mempelajari sistem pengelolaan sampah modern di PT Arco Samudera Perkasa Cabang Bali.
Chandra menjelaskan, produksi sampah di Kabupaten Tapin saat ini mencapai sekitar 76 ton per hari. Melalui penerapan TPS Terpadu, pemerintah daerah menargetkan sekitar 40 ton sampah dapat didaur ulang setiap hari, sedangkan sisanya yang tidak dapat diolah akan dibawa ke TPA.
Baca juga: Pemkab Tapin salurkan 15 motor roda tiga untuk angkut sampah
"Melalui inovasi ini kami menargetkan 40 ton sampah per hari dapat didaur ulang dengan melibatkan tim Arco, masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup. Sementara residunya baru dibawa ke TPA," ujarnya.
Ia menambahkan, sejak Oktober 2025 Pemkab Tapin telah menggandeng PT Arco Samudera Perkasa untuk mengelola operasional persampahan, termasuk mengoordinasikan 530 petugas kebersihan serta pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA.
"Sistem pengelolaan saat ini masih didominasi pembuangan akhir, dengan sekitar 80 persen sampah langsung diangkut ke TPA, sedangkan sekitar 20 persen diolah melalui TPS 3R oleh masyarakat," tambah Chandra.
Karena itu, kata dia, konsep TPS Terpadu diharapkan dapat meningkatkan porsi pengolahan sampah sebelum masuk ke TPA.
Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.