Bukittinggi -
Nyaman, segar, dan sejuk. Itulah sensasi yang saya rasakan ketika pertama kali memasuki kawasan Tapian Tabiang Barasok, sebuah objek wisata di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Padahal, cuaca kota wisata tersebut saat itu terasa cukup panas. Memasuki gerbang loket, tak hanya petugas yang menyapa saya dan teman-teman dengan ramah, namun juga hembusan angin sejuk yang seakan "menyambut" kedatangan kami. Motor yang kami kendarai berjalan perlahan, melintasi jalan bebatuan yang harus kami lalui dengan hati-hati.
Belakangan kami ketahui dari petugas bahwa jalan berbatu ini memang sengaja diadakan untuk mengurangi dampak aliran air hujan yang mengarah ke dalam kawasan. Setelah membayar tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah per orang, kami langsung berjalan kaki masuk ke dalam kawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu di hadapan kami terpampang suasana layaknya taman hutan yang sangat luas, dengan jalan-jalan setapak, pepohonan yang rindang, serta aroma tanah basah yang menguar. Terasa begitu menyenangkan.
Pemandangan ini pun berujung pada deretan gazebo di tepi tebing. Ya, di pinggir tebing Ngarai Sihanok, yang menjadi salah satu objek wisata alam di Sumatera Barat berupa lembah panjang berkelok, yang terbentuk alami dari aktivitas lempengan bumi.
Bisa dibayangkan kan bersantai di gazebo sambil memandangi keindahan ngarai di bawahnya? Sangat menyenangkan, sangat menenangkan. Sesuai namanya, Tapian Tabiang Barasok dalam Bahasa Minangkabau diartikan sebagai tepi (tapian) tebing (tabiang) yang berasap (barasok).
Nama ini disematkan karena lokasi objek wisata ini yang memang berada di tepi tebing dari Ngarai Sihanok, serta adanya asap yang keluar dari salah satu bagian ngarai. Keindahan Ngarai Sihanok sebenarnya bisa dinikmati dari beberapa lokasi wisata di Bukittinggi seperti Taman Panorama di daerah Kayu Kubu, atau Taman Ngarai Maaram di Bukit Apit.
TapianTabiangBarasok sendiri berlokasi di daerah Puhun Pintu Kabun, sekitar 3,5 kilometer dari Jam Gadang, menara jam besar yang menjadi salah satu ikon pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
Bagi saya, Tapian Tabiang Barasok saat ini memiliki jarak pandang ke arah Ngarai Sihanok yang paling lapang jika dibandingkan dengan objek-objek wisata tersebut. Kawasan wisata ini memang sangat luas.
Dari keterangan pengelola, luas lahannya sendiri mencapai 3 hektar. Selain gazebo-gazebo sebagai tempat bersantai, juga terdapat spot-spot foto dengan view Ngarai Sihanok, serta beberapa bangunan terbuka seperti aula, yang diperuntukkan untuk kegiatan rombongan. Ada pula fasilitas penunjang kegiatan outbound, jalan-jalan setapak untuk trekking, serta area camping ground.
Sebenarnya di daerah Puhun Pintu Kabun juga sudah terdapat objek wisata yaitu Panorama Baru. Menariknya, dari hasil perbincangan kami dengan pengelola Tapian Tabiang Barasok diketahui bahwa awal berdirinya objek wisata ini memang terinspirasi dari keberadaan Panorama Baru.
Para pemuda Kelompok Pokdarwis di daerah ini kemudian berinisiatif untuk mengembangkan sebuah lahan luas yang memiliki pemandangan indah Ngarai Sihanok. Dan mereka berani untuk melakukannya secara swadaya; mengumpulkan uang, mencari sponsor, dan mengerjakan pembangunan dengan gotong royong bersama warga setempat.
Sampai saat ini, kawasan wisata ini masih dikelola oleh Kelompok Pokdarwis setempat, yang masih berswadaya untuk terus membangun, memperbaiki, merenovasi, maupun menambah fasilitas-fasilitas yang lebih baik lagi. Besarnya ketulusan dan kecintaan mereka dalam mengelola kawasan ini bagi saya menjadi suatu hal yang patut diapresiasi.
---
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom, Dessy Liestiyani, tinggal di Bukittinggi. Anda bisa juga mengirim cerita perjalanan melalui tautan ini