Tanjabtim, Jambi (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi terus mendorong penuntasan wilayah titik buta (blank spot) jaringan komunikasi melalui kerja sama antara pemerintah daerah bersama penyedia layanan (provider).
"Ada tujuh wilayah (blank spot), enam desa dan satu kelurahan," kata Kepala Diskominfo Kabupaten Tanjab Timur Fajar Alamsyah di Muara Sabak, Kamis.
Fajar menjelaskan, untuk menuju ke situ, pihaknya mencoba membangun komunikasi secara masif melalui pertemuan tatap muka ke manajemen perusahaan telekomunikasi (provider) yang ada di Jambi.
Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan upaya untuk menuntaskan persoalan jangkauan jaringan telekomunikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya menyerahkan proposal yang berisi usulan melalui kesiapan daerah membantu apa yang dibutuhkan perusahaan, seperti pembangunan base transceiver station (BTS), di wilayah yang membutuhkan.
Ia menambahkan, akses internet dan telekomunikasi telah menjadi kebutuhan dasar yang harus disegerakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sekaligus mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan digital (e-learning), pelayanan publik berbasis desa, hingga pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
"Kami (pemerintah) sangat berharap ke depan tidak ada lagi desa maupun kelurahan di Kabupaten Tanjab Timur yang berstatus blank spot," ungkapnya.
Manajemen Telkomsel M. Vovo menyambut positif keinginan yang dimaksudkan oleh pemerintah setempat melalui sinergi dan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan.
Kolaborasi antara pemerintah dan pihaknya diharapkan menjadi langkah yang baik untuk mewujudkan keinginan pemerintah mempercepat terwujudnya konektivitas digital yang merata.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.