Kesempatan berharga untuk tampil di kejuaraan akbar ini diakui Thalita cukup mengejutkan baginya.
Ia tak menyangka impiannya untuk bertanding di Kejuaraan Dunia Bulutangkis dapat terwujud di awal karier seniornya.
Guna meredam tekanan mental yang menyelimuti debut perdananya, Thalita Ramadhani Wiryawan memilih pendekatan yang lebih santai dan berfokus pada teknik relaksasi ketimbang membiarkan beban pikiran mengganggu konsentrasinya.
"Enggak nyangka sih bisa debut di World Champ ini. Kalau tekanannya pasti saja ada, cuma ya saya coba untuk enjoy saja sih," kata Thalita saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pekan ini.
"Pastinya (persiapan mental) iya, mungkin lebih ke relaksasi saja sih buat lebih fokus ke pertandingan nanti "
Mengenai target di lapangan, tim pelatih tidak memberikan beban berat yang berlebihan kepada Thalita. Namun secara pribadi, ia mematok standar tinggi untuk mengukur kemampuannya sendiri.
https://www.akurat.co/badminton/882068/kejuaraan-dunia-debut-thalita-ramadhani-wiryawan-bersiap-jauh-hari
"Target (dari pelatih) sih enggak, cuma saya target buat diri saya sendiri untuk main lebih bagus saja sih, satu-satu dulu," tegasnya.
Menatap peta persaingan berdasarkan hasil undian (drawing), Thalita berpotensi bertemu dengan tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, pada putaran kedua usai melewati rintangan pertama melawan pebulutangkis Peru, Inés Lucía Castillo.
Bukannya merasa gentar atau takut, Thalita justru menyambut potensi duel melawan sang jawara dunia tersebut dengan rasa antusias dan motivasi tinggi.
"Senang juga sih ketemu An Se-young, apalagi dia ranking satu dunia kan. Itu buat patokan saya untuk ke depannya tuh apa yang kurang dari sayanya untuk mencapai ke level atas itu," kata Thalita penuh semangat.
Kendati berhasrat menjajal ketangguhan raksasa tunggal putri dunia, Thalita menegaskan tidak ingin terburu-buru dan tetap memprioritaskan fokus penuh pada setiap laga yang berada di depan mata.
"Mindset-nya mungkin pastinya cuma pengen main bagus saja sih. Enggak mikir kalah menang, pokoknya keluarin kemampuan yang saya punya. Fokus babak pertama dulu," tutur pemain muda Indonesia tersebut.
Perkembangan pesat yang ditunjukkannya belakangan ini tidak lantas membuat Thalita cepat berpuas diri.
Ia sadar masih banyak pembenahan yang harus dilakukannya agar sanggup bersaing konsisten di kancah elit internasional.
"Pasti targetnya saya enggak puas sampai di situ saja. Saya masih ngerasa banyak kurangnya juga untuk sampai ke level atas itu," tutup Thalita mengakhiri perbincangan.