Elephants

Suyudi Ario Seto ingin hilangkan fenomena

October 1, 2026

Suyudi Ario Seto ingin hilangkan fenomena "no viral, no justice" dalam penanganan laporan masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 12:02 WIB

Image Print

Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Jakarta (ANTARA) - Komjen Pol. Suyudi Ario Seto ingin menghilangkan fenomena "tidak viral, tidak ada keadilan" (no viral, no justice) dalam penanganan laporan masyarakat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Pelapor berhak mengetahui perkembangan yang dapat dibuka tanpa harus mencari akses informal kepada penyidik," kata Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Menurut Suyudi, fenomena tersebut termasuk dalam sembilan kegelisahan publik yang harus dijawab melalui perbaikan kinerja Polri.

Ia mengatakan setiap laporan polisi yang disampaikan masyarakat merupakan harapan agar negara hadir sehingga pelapor berhak memperoleh kepastian dan mengetahui perkembangan penanganan perkaranya.

Baca juga: DPR setujui Suyudi Ario Seto jadi Kapolri

Sembilan persoalan yang menurut Suyudi perlu dibenahi adalah kepastian laporan, kesetaraan di hadapan hukum, pungutan liar dan pelayanan transaksional, penyalahgunaan kewenangan, penggunaan kekuatan, fenomena "tidak viral, tidak ada keadilan", kepercayaan terhadap pengaduan, transparansi perkara, serta kultur pelayanan.

Ia mengatakan Polri menerima berbagai hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap institusi tersebut. Angka survei yang membaik, menurut dia, harus menjadi modal untuk terus berbenah dan bukan alasan untuk berpuas diri.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Suyudi ingin warga tak perlu viral agar laporan polisi ditangani

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.