Bagikan:
JAKARTA - Penggemar musik era 1980-an dan grup musik indie rock legendaris asal Inggris, The Smiths, bakal disuguhkan salah satu koleksi bersejarah.
Arsip surat pribadi yang ditulis Morrissey sewaktu remaja bakal dilelang di Rumah Lelang Dawsons, London, Inggris.
Lelang bertajuk "Before The Smiths: The Morrissey Letters" ini bakal digelar pada 26 Agustus mendatang, dengan arsip surat sang vokalis diestimasikan bernilai sebesar 22.000 poundsterling atau sekitar Rp525 juta.
Kumpulan korespondensi pribadi tersebut ditulis Morrissey pada kurun waktu 1974 hingga 1979—saat usianya masih berkisar 14 sampai 20 tahun.
Adapun seluruh surat ditujukan kepada sahabat penanya asal Birmingham, Simon Pitt, sosok yang kelak dikukuhkan menjadi penyair resmi untuk kota tersebut.
Arsip berharga ini membuka tabir perjalanan emosional, ambisi besar, serta pencarian jati diri seorang pemuda Manchester sebelum ia bertemu gitaris Johnny Marr dan membentuk The Smiths pada 1982.
Dalam salah satu lembaran surat, musisi yang dikenal dengan gaya panggung dan liriknya yang puitis sekaligus menyentil itu mengekspresikan cita-cita masa mudanya secara gamblang.
“Ambisi saya adalah menjadi bintang *rock 'n' roll*, seorang aktor, atau seorang penulis,” tulis Morrissey muda dalam suratnya, dikutip BBC, Minggu, 26 Juli.
Tak berhenti di situ, percaya diri yang tinggi juga terpancar dari coretan tangannya. “Saya selalu mengatakan bahwa saya seorang jenius, tetapi tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan.”
Di samping impian personal, surat-surat tersebut merekam persinggungan pertama Morrissey dengan kancah musik punk era 1970-an.
Dia menceritakan pengalamannya menonton pertunjukan Sex Pistols di Lesser Free Trade Hall, Manchester, pada Juni 1976—konser bersejarah yang mengubah lanskap musik Inggris. Namun, alih-alih terpesona, Morrissey justru melontarkan kritik pedas.
“Mengenai Pistols... mereka sungguh menyedihkan. Saya menarik kembali semua yang pernah saya katakan tentang Pistols... Mereka benar-benar buruk. Titik,” tegas Morrissey.
Sisi lain yang tidak kalah menarik dalam lembaran korespondensi ini adalah ketertarikannya pada isu sosial-politik dan kepeduliannya terhadap kelas pekerja di Inggris.
Pascapemilu Inggris 1979 yang memenangkan Margaret Thatcher dari Partai Konservatif sebagai Perdana Menteri, Morrissey mengekspresikan kecemasannya kepada Pitt.
“Apakah kamu ikut memilih? Partai Buruh, saya harap? Tuhan yang tahu siksaan apa yang disiapkan Thatcher yang menyedihkan itu untuk kita, kaum kelas pekerja. Saya takut membayangkannya,” tulisnya.
Hingga pada surat terakhir, Morrissey memberi tahu sahabatnya bahwa ia telah bergabung dengan sebuah band di London yang sudah memiliki kontrak rekaman.
BACA JUGA:
Langkah tersebut menjadi pijakan awal sebelum akhirnya merajai kancah rock independen dunia bersama The Smiths yang beranggotakan Morrissey, Johnny Marr, Andy Rourke (bas), dan Mike Joyce (drum).
Lewat tembang populer seperti “This Charming Man”, “Heaven Knows I'm Miserable Now”, dan “How Soon Is Now?”, mereka berhasil mencetak tiga tembang yang menembus sepuluh besar tangga lagu Britania Raya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+