Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembangunan saluran rumah pompa yang ditargetkan bisa rampung pada Oktober tahun ini guna mengantisipasi banjir pada saat musim hujan.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Adi Gunita di Surabaya, Rabu, mengatakan pengerjaan di lapangan diupayakan selesai lebih awal dari target awal pada November bisa diselesaikan pada bulan Oktober.
"Saluran kita usahakan Oktober selesai, sehingga kita juga siap untuk menghadapi musim hujan. Selain pemasangan box culvert, kita juga ada pembangunan rumah pompa yang targetnya Oktober hingga November sudah rampung semua," ujar Adi.
Ia menjelaskan pengerjaan infrastruktur pencegahan banjir ini dilakukan secara masif dan merata. Saat ini terdapat lebih dari 100 titik proyek drainase yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Pahlawan, mulai dari kawasan selatan, timur, hingga barat.
Menurutnya, langkah percepatan ini diambil mengingat pola cuaca yang sulit diprediksi akibat anomali iklim. Berdasarkan cetak biru penataan kota, pembangunan gorong-gorong dan konektivitas saluran ini dirancang untuk memperluas kapasitas tampungan (storage) air hujan.
"Sebelum air masuk ke laut, ada storage untuk menampung air terlebih dahulu agar tidak membanjiri wilayah permukiman. Kami tingkatkan kapasitasnya supaya saat hujan deras turun, aliran air sudah terarah," ujarnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait gangguan lalu lintas dan kenyamanan akibat banyaknya titik penggalian, pihaknya meminta pengertian dari warga. Pemkot Surabaya menyadari proyek pembangunan infrastruktur kerap memicu gesekan dan komplain di lapangan. Tetapi, hasil dari pembangunan infrastruktur ini nantinya juga akan dirasakan oleh warga.
"Proyek saluran ini memang mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Namun, tujuan akhirnya kembali lagi untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, Pemkot Surabaya berupaya menghubungkan konektivitas antar-saluran agar sistem drainase menyambung secara optimal untuk mengurangi titik banjir atau genangan,” katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.