Medan (ANTARA) - Malaysia terus menjadi salah satu destinasi wisata medis pilihan masyarakat Indonesia berkat kualitas layanan kesehatan yang diakui secara luas, teknologi medis yang canggih, serta akses yang mudah.
Selain Kuala Lumpur, Ipoh kini semakin dilirik sebagai destinasi layanan kesehatan karena dapat dijangkau dengan mudah melalui penerbangan menuju Penang, yang dilanjutkan perjalanan darat sekitar 1,5–2 jam.
Memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan berteknologi tinggi, Sunway Medical Centre Ipoh (SMCI) resmi menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan Sonablate® High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU), teknologi terapi minim invasif tanpa sayatan untuk penanganan kondisi prostat tertentu.
Seiring meningkatnya jumlah pria yang mengalami gangguan prostat, kebutuhan akan metode pengobatan yang efektif dengan masa pemulihan lebih cepat juga terus bertambah.
Menjawab kebutuhan tersebut, Sonablate® HIFU menawarkan alternatif tanpa operasi terbuka dengan memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan prostat yang bermasalah secara presisi, tanpa sayatan, jahitan, maupun bekas luka.
"Banyak pria tidak hanya ingin mengatasi kondisi prostatnya, tetapi juga ingin tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah menjalani pengobatan," ujar Dr. L. Sivaneswaran P.M.P., Consultant Urologist Sunway Medical Centre Ipoh.
"Sonablate® High-Intensity Focused Ultrasound memungkinkan kami menangani jaringan prostat secara sangat presisi tanpa perlu pembedahan. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, teknologi ini memberikan nyeri yang lebih minimal, pemulihan lebih cepat, resiko komplikasi yang lebih rendah, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat," lanjutnya.
Terapi Tanpa Operasi dengan Pemulihan Lebih Cepat
Berbeda dengan operasi prostat konvensional, Sonablate® HIFU menggunakan energi ultrasound yang difokuskan secara presisi untuk menghancurkan jaringan abnormal tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Dengan bantuan pencitraan ultrasound secara real-time, dokter dapat memantau sekaligus menargetkan area yang akan diterapi secara akurat.
Sebagai prosedur day care, pasien umumnya dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu 1–2 hari. Selain itu, prosedur ini juga berpotensi mengurangi risiko perdarahan, infeksi, rawat inap berkepanjangan, serta menurunkan risiko terjadinya inkontinensia urin dan gangguan fungsi ereksi pada pasien yang memenuhi kriteria.
Pilihan Terapi HIFU Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Meski menawarkan berbagai keunggulan, Sonablate® HIFU tidak diperuntukkan bagi semua pasien. Kelayakan menjalani prosedur ini akan ditentukan melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis urologi berdasarkan kondisi medis, hasil pemeriksaan, serta kebutuhan masing-masing pasien.
"Memilih terapi yang tepat selalu dimulai dengan memilih pasien yang tepat. Setiap rekomendasi pengobatan kami sesuaikan dengan diagnosis, kondisi kesehatan, serta harapan pasien," jelas Dr. Sivaneswaran.
Perkuat Posisi Ipoh sebagai Destinasi Wisata Medis
Hadirnya teknologi Sonablate® HIFU semakin memperkuat posisi Sunway Medical Centre Ipoh sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Malaysia yang menawarkan layanan kesehatan berteknologi tinggi.
Didukung tim multidisiplin dan layanan International Patient Centre, rumah sakit ini memberikan pendampingan menyeluruh bagi pasien internasional, mulai dari konsultasi, koordinasi perawatan, bantuan bahasa, hingga tindak lanjut setelah pengobatan.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui apakah Sonablate® HIFU merupakan pilihan terapi yang sesuai, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui International Patient Centre Sunway Medical Centre Ipoh.
Selesai
Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.