Elephants

Sungai Ngarai Sianok meluap rendam rumah warga di Bukittinggi

July 24, 2026

Sungai Ngarai Sianok meluap rendam rumah warga di Bukittinggi

Jumat, 24 Juli 2026 12:39 WIB

Image Print

Banjir bercampur lumpur di Kayu Kubu, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat karena luapan air sungai Ngarai Sianok yang tiba-tiba meluap tanpa kondisi hujan. Kejadian ini disebabkan adanya sumbatan di hulu sungai yang kemudian jebol. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Sungai di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi tiba-tiba meluap pada Jumat (24/7) dini hari tanpa adanya hujan dan banjir yang mengakibatkan delapan rumah, satu mushala dan tiga warung milik warga terendam air dan lumpur.

"Penyebab luapan sungai karena bobolnya sumbatan aliran tertutup longsor dinding Ngarai Sianok di bagian hulu di Guguak Randah, Agam," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi, Zulhendri.

Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak dengan kejadian ini, material lumpur masuk ke dalam rumah dan menutup akses jalan di sepanjang bibir Ngarai Sianok kawasan Kayu Kubu, Guguak Panjang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam.

"Tidak ada korban jiwa di luapan sungai yang menjadi banjir ini. Laporan warga menyebut tinggi air capai satu meter di awal kejadian," kata Zulhendri.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri dan masyarakat langsung melakukan penanganan dengan membersihkan sisa material banjir.

Warga setempat yang menjadi korban terdampak, Erna (50), mengungkap ia dibangunkan pemuda yang berkeliling ronda malam saat awal kejadian.

"Kalau tidak ada yang membangunkan, mungkin saya direndam banjir. Kami keluar lewat pintu belakang menyelamatkan diri," katanya.

Ia berharap pemerintah melakukan langkah antisipasi kejadian serupa dengan pengerukan dasar Sungai Sianok.

"Biasanya pengerukan dilakukan enam bulan sekali, tapi setahun ini belum. Kami meminta juga perbaikan tanggul agar luapan air sungai bisa diminimalisir," katanya.

Sebelumnya, luapan air sungai tanpa terjadinya hujan itu juga terjadi di Juni 2024. Warga yang terdampak juga telah diimbau untuk direlokasi karena merupakan wilayah penyangga (buffer zone).